You are here >Home arrow Jalan-Jalan arrow Domestik
Fri 03 Sep 2010
Wisata Domestik

Taman Wisata Mekarsari

Ditulis oleh arief   
Rabu, 25 Agustus 2010

Taman Wisata Mekarsari diresmikan sejak 1995, namun popularitasnya sebagai Taman Buah tidak sebesar tempat wisata lainnya. Oleh sebab itu pihak management mencoba mengejar ketertinggalannya dengan mengubah diri tidak lagi sekadar taman buah, tetapi menjadi Taman Wisata Mekarsari. Intinya, setiap keluarga bisa berwisata di tengah taman buah.

 

Baca lebih lanjut...
 

Kekayaan Alam Papua

Ditulis oleh arief   
Senin, 26 Juli 2010

Peninggalan arkeologi yang tersebar hampir di seluruh wilayah Papua dapat berpotensi menjadi aset pariwisata yang bermanfaat bagi daerah dan masyarakat. "Jika dikelola dengan baik, peninggalan arkeologi di Papua yang sangat beragam bisa menjadi obyek wisata yang menarik para wisatawan untuk berkunjung ke Papua," kata Peneliti Balai Arkeologi Jayapura, Klementin Fairyo di Jayapura, Rabu (21/7/2010).

Jika dikelola dengan baik, peninggalan arkeologi di Papua yang sangat beragam bisa menjadi obyek wisata yang menarik para wisatawan.
-- Klementin Fairyo

Menurut Klementin, sejauh ini benda cagar budaya yang terdapat di wilayah Papua belum mendapatkan perhatian dan pengelolaan yang optimal sebagai aset pariwisata.

Padahal, lanjut Klementin, pada hakikatnya seluruh peninggalan arkeologi tidak ternilai harganya sebab hanya sekali dibuat pada suatu peristiwa di masa lalu. "Itulah sebabnya benda-benda cagar budaya harus dilestarikan sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan," katanya.

Dia mengatakan, agar benda-benda cagar budaya di Papua bisa menjadi aset wisata yang bernilai ekonomis, dibutuhkan pengemasan dengan memberi makna pada obyek arekologi bernilai sejarah tersebut.

Benda cagar budaya, lanjut Klementin, merupakan benda yang tidak dapat berbicara apa-apa sehingga tidak memberi daya tarik apa pun bagi para wisatawan. "Benda cagar budaya baru dapat berdaya guna tinggi bagi pariwisata apabila dikemas dengan baik," katanya.

Dia mencontohkan, pengemasan benda cagar budaya dapat dilakukan dengan menyediakan informasi tentang lokasi peninggalan arkeologi dalam bentuk peta atau papan nama penunjuk jalan sehingga memudahkan masyarakat untuk berkunjung ke tempat tersebut.

Selain itu, kata Klementin, pengemasan benda cagar budaya juga dapat dilakukan dengan memberi makna pada benda tersebut dalam bentuk kisah yang menarik dan misterius. "Untuk menjelaskan hal ini dibutuhkan pemandu yang harus bisa membawa para wisatawan ke zaman dahulu untuk menyelami peristiwa yang terjadi pada saat itu," ujarnya.

 

 

Sumber: Kompas.com 

 

Sulawesi Tengah menjagokan Kepulauan Togean

Ditulis oleh arief   
Rabu, 30 Juni 2010
pulau-umang-resort.jpgPemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menetapkan Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, menjadi daerah tujuan wisata utama pada Tahun Kunjungan Wisata Sulteng 2012. "Togean menjadi salah satu objek wisata mengagumkan di Indonesia sehingga layak ditetapkan sebagai tujuan wisata utama," kata Gubernur Sulteng, HB Paliudju di Palu, Selasa (29/6/2010)
Baca lebih lanjut...
 

Sulawesi Tengah menjagokan Kepulauan Togean

Ditulis oleh arief   
Rabu, 30 Juni 2010
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menetapkan Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, menjadi daerah tujuan wisata utama pada Tahun Kunjungan Wisata Sulteng 2012. "Togean menjadi salah satu objek wisata mengagumkan di Indonesia sehingga layak ditetapkan sebagai tujuan wisata utama," kata Gubernur Sulteng, HB Paliudju di Palu, Selasa (29/6/2010)
Baca lebih lanjut...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 8 dari 521