You are here >Home arrow Jalan-Jalan arrow Mancanegara
Sun 14 Mar 2010
Wisata Mancanegara

Banjarmasin, Jakarta, dan Pasar Terapung Bangkok

Ditulis oleh arief   
Minggu, 07 Februari 2010
Lebih dari 40 tahun yang lalu, ketika pertama kali berkunjung ke Bangkok, salah satu atraksi wisata yang paling mengesankan bagi saya adalah pasar terapung. Pada waktu itu, pasar terapung Bangkok berlokasi di sekitar Wat Arun. Ratusan pedagang menjual dagangannya dari perahu-perahu kecil yang dikayuh pelan hilir-mudik di sekitar kawasan itu. Ini memang benar-benar pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari penduduk setempat.
Supermarket adalah tempat belanja bagi masyarakat modern. Siapa yang mau belanja dengan turun ke sungai?
Baca lebih lanjut...
 

Tunes Hotel: Harga Murah buat Pelayanan Bintang 5

Ditulis oleh arief   
Rabu, 11 November 2009
MAU trip ke luar negeri dengan nyaman dan murah? penyedia layanan yaitu Tune Hotels.com yang didirikan oleh Tony Fernandes dari AirAsia menawarkan pengalaman menginap seperti di hotel bintang lima tapi dengan harga bintang satu, yaitu cukup merogoh kocek mulai Rp 42 ribu per malam.

Ini merupakan tawaran untuk siapa saja yang mau berwisata ke Penang, Malaysia yaitu kota kuliner terbesar dan kota yang biasa dikunjungi warga Indonesia untuk berobat.
Baca lebih lanjut...
 

Saigon kota "Mutiara dari Timur Jauh"

Ditulis oleh arief   
Jumat, 06 November 2009
Saigon, Salah satu kota di Vietnam ini menjadi pusat perdagangan bagi para saudagar dari Jepang, China, dan negara Barat yang mengarungi Sungai Saigon menuju Pulau Pho.

Kota terbesar di Vietnam bagian selatan ini mengalami perkembangan pesat sejak abad ke-18. Kota ini lalu berganti nama resmi menjadi Ho Chi Minh sejak 1976 untuk menghormati bapak kemerdekaan bangsa Vietnam-yang akrab dengan sebutan "Paman Ho".
Baca lebih lanjut...
 

Harajuku pusat fashionista Jepang

Ditulis oleh arief   
Rabu, 28 Oktober 2009
Waktu kecil, saya pernah membaca sebuah cerita di majalah anak-anak, yang tadinya saya pikir hanya dongeng belaka. Seekor anjing setiap pagi mengantar tuannya ke stasiun kereta. Sorenya, anjing itu akan menjemput di stasiun yang sama. Hingga suatu hari, tuan pemilik anjing itu meninggal di tempat kerja. Tetapi si anjing tidak tahu, dan terus menjemput tuannya setiap sore hingga 10 tahun lamanya.

Ternyata itu bukan kisah fiktif. Hachiko, nama anjing setia tersebut milik Profesor Ueno, seorang dosen pada Universitas Tokyo yang meninggal pada 21 Mei 1925. Ia merupakan anjing jantan ras Akita Inu kelahiran Odate, Prefektur Akita, Jepang. Pada akhirnya Hachiko menjadi dikenal penduduk sekitar Stasiun Shibuya. Banyak orang konon ke situ hanya untuk melihat dengan iba si anjing yang hendak menjemput tuannya yang tak kunjung datang. Sejak tahun 1934, satu tahun sebelum anjing itu mati, di depan Stasiun Shibuya didirikan patungnya.

Kini, tempat tersebut jadi meeting point orang-orang Tokyo. Banyak anak muda yang terlihat berdiri, bersandar ke dinding, atau duduk di sekitar patung Hachiko sambil menunggu pasangan kencannya sementara di sekitarnya aktivitas seperti bergerak dengan sangat cepat oleh lalu lalang orang dan hilir mudik kendaraan.
Baca lebih lanjut...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 8 dari 185

Advertisement