|
Ditulis oleh arief
|
|
Minggu, 07 Februari 2010 |
Lebih dari 40 tahun yang lalu, ketika pertama kali berkunjung ke
Bangkok, salah satu atraksi wisata yang paling mengesankan bagi saya
adalah pasar terapung. Pada waktu itu, pasar terapung Bangkok berlokasi
di sekitar Wat Arun. Ratusan pedagang menjual dagangannya dari
perahu-perahu kecil yang dikayuh pelan hilir-mudik di sekitar kawasan
itu. Ini memang benar-benar pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
penduduk setempat.
Supermarket adalah tempat belanja bagi masyarakat modern. Siapa yang mau belanja dengan turun ke sungai?
|
|
Baca lebih lanjut...
|
|
|
Ditulis oleh arief
|
|
Rabu, 11 November 2009 |
MAU trip ke luar negeri dengan nyaman dan murah?
penyedia layanan yaitu Tune Hotels.com yang didirikan oleh Tony
Fernandes dari AirAsia menawarkan pengalaman menginap seperti di hotel
bintang lima tapi dengan harga bintang satu, yaitu cukup merogoh kocek
mulai Rp 42 ribu per malam.
Ini merupakan tawaran untuk siapa
saja yang mau berwisata ke Penang, Malaysia yaitu kota kuliner terbesar
dan kota yang biasa dikunjungi warga Indonesia untuk berobat.
|
|
Baca lebih lanjut...
|
|
|
Ditulis oleh arief
|
|
Jumat, 06 November 2009 |
Saigon, Salah satu kota di Vietnam ini menjadi pusat perdagangan bagi
para saudagar dari Jepang, China, dan negara Barat yang mengarungi
Sungai Saigon menuju Pulau Pho.
Kota terbesar di Vietnam bagian selatan ini mengalami perkembangan
pesat sejak abad ke-18. Kota ini lalu berganti nama resmi menjadi Ho
Chi Minh sejak 1976 untuk menghormati bapak kemerdekaan bangsa
Vietnam-yang akrab dengan sebutan "Paman Ho".
|
|
Baca lebih lanjut...
|
|
|
Ditulis oleh arief
|
|
Rabu, 28 Oktober 2009 |
Waktu kecil, saya pernah membaca sebuah cerita di majalah anak-anak,
yang tadinya saya pikir hanya dongeng belaka. Seekor anjing setiap pagi
mengantar tuannya ke stasiun kereta. Sorenya, anjing itu akan menjemput
di stasiun yang sama. Hingga suatu hari, tuan pemilik anjing itu
meninggal di tempat kerja. Tetapi si anjing tidak tahu, dan terus
menjemput tuannya setiap sore hingga 10 tahun lamanya.
Ternyata itu bukan kisah fiktif. Hachiko, nama anjing setia
tersebut milik Profesor Ueno, seorang dosen pada Universitas Tokyo yang
meninggal pada 21 Mei 1925. Ia merupakan anjing jantan ras Akita Inu
kelahiran Odate, Prefektur Akita, Jepang. Pada akhirnya Hachiko menjadi
dikenal penduduk sekitar Stasiun Shibuya. Banyak orang konon ke situ
hanya untuk melihat dengan iba si anjing yang hendak menjemput tuannya
yang tak kunjung datang. Sejak tahun 1934, satu tahun sebelum anjing
itu mati, di depan Stasiun Shibuya didirikan patungnya.
Kini,
tempat tersebut jadi meeting point orang-orang Tokyo. Banyak anak muda
yang terlihat berdiri, bersandar ke dinding, atau duduk di sekitar
patung Hachiko sambil menunggu pasangan kencannya sementara di
sekitarnya aktivitas seperti bergerak dengan sangat cepat oleh lalu
lalang orang dan hilir mudik kendaraan.
|
|
Baca lebih lanjut...
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 8 dari 185 |