|
A. STUDI PENDAHULUAN (PRA SURVEY) PANTAI & PULAU WISATA
Bertujuan
mendapatkan gambaran mengenai sumber-sumber pariwisata (tourist
resources) pantai & pulau untuk dijadikan bahan dasar
penyelenggaraan studi pembuatan rencana induk (master plan) sebuah
pantai & pulau wisata. Ruang lingkup studi pendahuluan meliputi :
1. Inventarisasi sumber-sumber pariwisata pantai & pulau:
1.1. Sumber-sumber alam (natural resources) pantai & pulau wisata
1.2. Sumber-sumber daya manusia (human resources) pantai & pulau wisata
1.3. Sumber-sumber buatan manusia (man made resources) di pantai & pulau wisata
2. Indentifikasi potensi pantai & pulau wisata
Penganalisaan hasil inventarisasi pantai & pulau wisata di atas dilakukan untuk identifikasi :
2.1. Potensi pariwisatapantai & pulau yang bersangkutan dan wilayah sekitarnya.
2.2. Kemungkinan pola arus dan jaringan lalu lintas pantai & pantai yang dapat mendukung
pengembangan pulau tersebut.
3. Rekomendasi langkah-langkah studi pantai & pulau wisata
Studi pendahuluan akan menghasilkan :
Langkah-langkah persiapan.
3.1. perlunya disusun rencana induk untuk pengembangan pantai & pulau wisata selanjutnya.
B. PEMBUATAN RENCANA INDUK (MASTER PLAN) PANTAI & PULAU WISATA
Bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang rencana pengembangan pantai & pulau wisata tersebut.
Pembuatan rencana induk mencakup :
1. Studi umum kondisi fisik, sosial, ekonomi dan lingkungan pantai & pulau wisata yang meliputi :
1.1. Keterangan yang lengkap mengenai letak geografis dan batas wilayah pantai & pulau wisata.
1.2. Data tentang suhu, kelembaban relatif, curah hujan dan kecepatan angin bulanan di pantai
& pulau wisata.
1.3. Keterangan umum mengenai vegetasi, kondisi serta kemampuan tanah pantai & pulau
wisata.
1.4. Data mengenai aspek-aspek disain linkungan pantai & pulau wisata, seperti tehnik bangunan
tradisional, bahan bangunan lokal.
1.5. Data demogarfi pantai & pulau wisata.
1.6. Data sumber-sumber ekonomi daerah pantai & pulau wisata.
1.7. Data keadaan prasarana dan sarana pantai & pulau wisata yang ada.
2. Evaluasi Pontensi Pantai & Pulau Wisata Tersebut
2.1 Potensi pariwisata pantai & pulau yang dimiliki.
2.2 Lokasi pantai & pulau wisata yang mungkin akan dikembangkan.
2.3 Kemampuan daya saing obyek-obyek pantai & pulau wisata tersebut terhadap obyek-obyek wisata tetangga.
3. Analisa pasar (market analysis) pantai & pulau wisata
3.1 Analisa perkembangan secara regional dan terikat pertambahan pengunjung pantai & pulau
wisata.
3.2 Karakteristik wisatawan.
3.3 Analisa daerah negara asal pengunjung, musim kunjungan, pola perjalanan, keadaan sosial
ekonomi, motivasi dan lamanya pengunjung tinggal.
3.4 Ramalan (forecasting).
4. Penyusunan Rencana Pengembangan pantai & Pulau Wisata
4.1. Identifikasi obyek-obyek pantai & pulau wisata yang berpotensi.
4.2. rekomendasi usaha-usaha untuk program preservasi obyek-obyek pantai & pulau wisata.
4.3. Skala prioritas program pengembangan pantai & pulau wisata
5. Pengusulan Lokasi Yang Mempunyai Skala Prioritas Tertinggi
Hal-hal yang perlu dilakukan:
5.1 Menyiapkan peta skematik tata guna tanah (land use).
5.2 Identifikasi potensi-potensi yang dapat dipertahankan dan dikembangkan menjadi taman wisata.
5.3 Meneliti berbagai aspek pemilikan tanah.
5.4 Rekomendasi rencana pengembangan akomodasi yang optimum pada lokasi.
5.5 Menentuka prasarana yang diperlukan lokasi tersebut seperti :
5.5.1. Jaringan jalan.
5.5.2. Sistem penyedian air bersih dan distribusinya
5.5.3. Sistem pembuangan air kotor dan pengelolaannya
5.5.4. sistem distribusi tenaga listrik.
5.5.5. Sistem telekomunikasi dsb.
5.6. Menentukan persyaratan-persyaratan yang diperlukan bagi sistem transportasi darat, laut
maupun udara.
C. PEMBUATAN RENCANA TAPAK KAWASAN (SITE PLAN) PANTAI & PULAU WISATA
Lokasi yang akan dikembangkan :
1. Daerah Pantai Wisata
2. Daerah Pulau Wisata
Peta yang dibuat untuk studi ini biasanya berskala 1 : 5.000 sampai dengan 1 : 10.000. Didalam peta harus jelas terlihat :
1. Kawasan Landscaping pantai & pulau wisata
2. Jaringan distribusi air minum di pantai & pulau wisata
3. Jaringan Penyalur air kotor di pantai & pulau wisata
4. Jaringan distribusi listrik di pantai & pulau wisata
5. Jaringan distribusi telekomunikasi, dsb di pantai & pulau wisata
Pembuatan rencana tapak kawasan pantai & pulau wisata mencakup :
1. Penyusunan Disain Kriteria Pantai & Pulau Wisata.
Untuk menyusun disain kriteria pantai & pulau perlu diadakan studi analisa mengenai :
1.1. Keadaan Alam pantai & pulau wisata
1.1.1. Geografi pantai & pulau wisata
1.1.2. Geomorfologi pantai & pulau wisata
Keterangan
umum tentang kaedaan tanah, bentuk lapisan tanah dan hal-hal yang
berhubungan dengan penggunaan tanah pantai & pulau wisata.
1.1.3. Hidrogeologi pantai & pulau wisata
Sumber-sumber
air, baik air yang bmengalir dipermukaan tanah (surface water), maupun
air yang terdapat dibawah tanah (underground water).
1.1.4 Klimatologi Pantai & Pulau Wisata
Suhu rata-rata setiap bulan, derajat kelembaban relatif, curah hujan kecepatan angin dan kondisi-kondisi iklim setempat.
1.1.5 Vegetasi Pantai & Pulau Wisata
1.1.6 Oceanologi Pantai & pulau Wisata
Harus
dikumpulkan data tentang laut, tentang suhu dan kadar garam air laut,
plankton, arus laut dan biota laut yang erat hubungannya dengan marine
tourism kawasan pantai & pulau wisata.
1.1.7 Geologi Pantai & Pulau Wisata
Dekripsi terperinci mengenai geologi pantai terutama mengenai penyusutan atau pelebaran pantai.
1.1.8 Populasi Pantai & Pulau Wisata
Tingkat polusi yang terjadi pada waktu sekarang maupun perkiraan dikemudian hari yang mempengaruhi air laut dan pantai.
Studi
ini perlu dilakukan guna pelestarian lingkungan, konservasi alam,
proteksi terhadap tumbuh-tumbuhan, binatang-binatang di darat dan biota
di laut serta pencegahan terjadinya polusi (pencemaran air, darat
maupun udara).
1.2. Potensi Pantai & Pulau Wisata
1.3. Analisa Pasar Pantai & Pulau Wisata
2. Pembuatan Pra Disain Pantai & Pulau Wisata
Pembuatan
Pra Disain Pantai & Pulau didasarkan atas ketentuan-ketentuan
disain kriteria pantai & pulau wisata. Perencanaan bentuk-bentuk
bangunan, bahan bangunan yang dipakai, bentuk arsitektur serta
panggunaan tata ruang pantai & pulau wisata harus disesuaikan
dengan lingkunganpantai & pulau wisata setempat.
3. Pembuatan Pola Pengembangan Pantai & Pulau Wisata
Berdasarkan
disain kriteria dan pra disaian pantai & pulau wisata dibuat pola
pengembangan (outline plan) pantai & pulau wisata.
Tujuan pembuatan pola pengembangan pantai & pulau wisata adalah untuk :
3.1. Menjamin terselenggaranya penggunaan tanah pantai & pulau wisata yang optimal.
3.2. Mendapatkan keseimbangan antara pengembangan pariwisata pantai & pulau dengan pengembangan sektor-sektor lain.
3.3.
Menjaga kelestarian lingkungan pantai & pulau wisata dengan adanya
peningkatan jumlah pengunjung ke pantai & pulau wisata.
3.4. Melestarikan obyek-obyek pantai & pulau wisata seperti : keindahan alam flora, keindahan alam dan biota laut, dsb.
Pembuatan Pengembangan ini mencakup :
(a). Gambaran tentang kepasitas dan fungsi rencana tapak kawasan pantai & pulau wisata.
(b). Rencana umum tentang tata guna tanah (land use), tata letak (zoning regulation), dan tata
bangunan di pantai & pulau wisata.
Rencana dibuat dalam bentuk gambaran-gambaran, peta-peta dan uraian-uraian mengenai :
- Rencana tata guna tanah pantai & pulau wisata
- Peraturan-peraturan tentang tata letak pantai & pulau wisata.
- Peraturan-peraturan tentang tata bangunan pantai & pulau wisata
- Skema pola pemikiran tanah pantai & pulau wisata berdasarkan keterangan-keterangan dari agararia bagian kadaster.
(c). Program Pengembangan Prasarana Pantai & Pulau Wisata.
(d). Program Pengembangan Sarana Pantai & Pulau Wisata.
Harus dibuat program pengembangan berbagai jenis sarana pantai & pulau wisata yang diperlukan, seperti :
- Tempat penerangan, loket, tempat, berteduh, ruang pameran serta panggung pertunjukkan,
dsb di pantai & pulau wisata.
- Akomodasi, catering dan pusat pertokoan, souvenir dan kerajinan tangan di pantai & pulau wisata.
- Tempat bermain (play ground) di pantai & pulau wisata
- Tempat berolah raga (outdoor dan indoor) di pantai & pulau wisata.
- Jalan-jalan setapak, dsb di pantai & pulau wisata.
(e). Program Pelestarian Lingkungan Pantai & Pulau Wisata
(f). Skala Prioritas Pembangunan Pantai & Pulau Wisata.
1.4. Pembuatan Studi Kelayakan (Feasibility Study) Pantai & Pulau Wisata.
a. Memudahkan tata laksana program pembagunan pantai & pulau wisata
b.
Mendapatkan gambaran pantai & pulau wisata secara terperinci
mengenai program-program tersebut baik dilihat dari segi fisik maupun
dari segi pembiayaannya.
c. Mengetahui secara terperinci manfaat ekonomi program-program pantai & pulau wisata yang dimaksud.
1.5 Rencana Pengelolaan Pantai & Pulau Wisata
Harus
disusun usulan tentang model organisasi pengelola serta rencana
pengisian tenaga kerja disertai dengan uraian tugas, program
operasional dan biaya yang diperlukan.
D. PEMBUATAN DISAIN TEKNIS (DESIGN ENGINEERING)
Langkah-langkah dalam studi tahap keempat adalah :
1. Pengukuran Tanah Pantai & Pulau Wisata
Tujuannya adalah untuk mendapatkan :
4.1.1 Data yang nyata dari batas-batas area pekerjaan.
4.1.2
Data yang nyata tentang garis-garis ketinggian. Pekerjaan ini biasanya
dilakukan oleh Dinas Agraris Daerah, Sub Dinas Pengukuran Tanah.
2. Pemeriksaan / Penelitian Tanah Untuk Keperluan Konstruksi Pantai & Pulau Wisata
Sebelum
pekerjaan pembuatan disain teknis dimulai, perlu diketahui kondisi
tanah pantai & pulau wisata. Penelitian tanah pada umumnya
dilakukan dengan pengeboran pada beberapa tempat yang dipergunakan
untuk bangunan, untuk mengetahui jenis-jenis lapisan tanah serta
kapasitas daya dukung pantai & pulau wisata.
3. Pembuatan Disain Pantai & Pulau Terperinci
Bertitik
tolak dengan program-program pengembangan pantai & pulau wisata
yang dihasilkan studi pembuatan rencana tapak kawasan dibuatlah disain
pantai & pulau wisata terperinci.
Disain terperinci dibuat
dalam bentuk uraian, peta-peta dan gambar-gambar pantai & pulau
wisata berskala 1 : 500 sampai dengan 1 : 10.000. Sedangkan untuk
gambar-gambar konstruksi prasarana, sarana dan fasilitas pantai &
pulau wisata yang akan dibangun berskala 1 : 100 sampai 1 : 500.
4. Penyusunan Dokumen Tender
Dokumen
tender terdiri dari rencana kerja dan syarat-syarat pekerjaan,
gambar-gambar konstruksi pantai & pulau wisata dan keterangan
lainnya.
Guna dokumen tender adalah :
(a) Memudahkan pengelolaan tahap konstruksi pantai & pulau wisata
(b) Mengetahui dengan tepat biaya konstruksi serta penjadwalan pelaksanaan pembangunan
fisik pantai & pulau wisata.
Sumber :
http://tatacara.blogspot.com/2008/10/p-roses-pentahapan-perencanaan.html
|