You are here >Home arrow Jalan-Jalan arrow Travel Tips
Wed 08 Sep 2010
Travel Tips

Belanja Cepat dan Nyaman

Ditulis oleh arief   
Kamis, 04 Februari 2010

Teman-teman saya sering bertanya, “Apa enggak pusing kamu ngurusin belanjaan? Apalagi sekarang ada bayi, kebayang deh repotnya.”

Repot sih tentu saja masih, karena di sini semua dilakukan sendiri. Masalahnya tinggal bagaimana kita pintar mengorganisasikan waktu secara tepat dan benar. Nah, sejak ribut-ribu soal krisis ekonomi global beberapa waktu lalu, banyak orang mulai bersikap bijak membelanjakan uangnya. Di Perancis, saya rasakan benar, bagaimana mereka begitu teliti memperhitungkan ekonomi rumah tangga mereka.

Salah satu kiat berhemat masyarakat adalah belanja di supermarket diskon. Apa itu? Supermarket diskon adalah toko yang menyediakan produk sehari-hari dengan harga lebih murah dibanding supermarket ternama. Mereka bisa menjual lebih murah karena produk yang ditawarkan tak pernah kita ketemui dalam iklan dan cara penataannya pun tak secantik supermarket besar.

Siapa yang peduli dengan tataan yang apik jika uang yang dikeluarkan lebih banyak? Selama isi kandungan produk dan rasanya hampir sama persis dengan merek ternama, tentu saja supermarket diskon  lebih dilirik orang. Soal fasilitas, tentu saja minimal, karena karyawan supermarket itu terbatas. Hal ini dilakukan demi menekan harga produk penjualan.

Supermarket diskon ini umumnya masih satu grup dengan supermarket ternama. Tapi tentu saja, supermarket ternama seperti Carrefour atau Casino tak ingin bangkrut. Mereka pun meningkatkan pelayanan agar konsumen yang lebih suka belanja dengan kenyamanan tak pindah kelain hati.

Nyamannya berbelanja

Kenyamanan berbelanja di pusat-pusat perbelanjaan di sini tidak hanya menyangkut penataan barang yang cantik, tapi juga pelayanan yang diberikan termasuk memperhatikan para penyandang cacat dan wanita hamil. Setiap pusat perbelanjaan menyediakan satu lorong kasir khusus bagi penyandang cacat dan wanita hamil. Di depan kasir terpampang lambang wanita hamil dan penyandang cacat dengan tulisan “diutamakan bagi mereka”.

Kasir ini sebenarnya juga melayani pembeli umum, hanya saja pelayanannya diprioritaskan bagi wanita hamil atau penyandang cacat. Jadi, siapapun bisa membayar di kasir itu, tapi jika ada wanita hamil atau penyandang cacat datang, wajib hukumnya untuk mengalah dan memberikan tempat bagi mereka membayar lebih dulu.

Di sejumlah negara di Eropa para penyandang cacat umumnya melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Hal ini dimungkinkan karena sejumlah fasilitas publik memberi ruang yang mempermudah aktivitas mereka. Di Perancis, misalnya, ada tempat parkir khusus untuk para penyandang cacat. Fasilitas khusus bagi mereka yang berkebutuhan khusus sudah ada sejak puluhan tahun lalu.

Nah, khusus soal belanja ini, ada metode pembayaran yang sangat nyaman yaitu kasir cepat atau pindai cepat (scan express). Dengan ini pembeli tidak perlu berhadapan dengan kasir untuk melakukan pembayaran. Kalaupun harus berhadapan dengan kasir barangnya tidak boleh lebih dari 10-15 produk.

Sistem ini sangat membantu menghemat waktu. Konsumen yang berbelanja kurang dari 10-15 barang tak perlu lagi mengantri terlalu lama di depan orang yang berbelanja satu keranjang penuh. Saya sering sekali mengalami hal itu. Rasanya gregetan minta ampun saat melihat orang di depan saya mengeluarkan barang banyak dan mengeluarkannya pelan-pelan satu per satu. Lebih gregetan lagi kalau orang itu termasuk tipe orang yang suka ngobrol. Orang Perancis terkenal suka ngobrol. Bertemu kasir pun ngobrol panjang lebar. Jadilah, kita harus antre lama sekali hanya untuk urusan bayar.

Nah, sudah hampir tiga tahun ini saya berbelanja dengan sistim pindai cepat. Sejak sistem ini dibuat, bukan main hematnya waktu saya dalam berbelanja dan kerepotannya pun berkurang.

Bagaimana sistem ini bekerja? Sebelum berbelanja, konsumen yang terdaftar sebagai langganan supermarket tersebut mendapat satu alat pemindai (scan) untuk dibawa. Bentuknya seperti remote control dengan layar mini. Setiap keranjang belanja dan troli sudah dilengkapi tempat khusus untuk menaruh pemindai ini.

Dengan alat ini, pembeli bisa melakukan pemindaian sendiri atas barang yang dibelinya. Tempelkan saja barcode pada tiap produk ke alat ini seperti yang biasa dilakukan kasir. Pada layar akan tertera harga barang tersebut dan total belanja kita. Cara ini juga membantu pembeli mengontrol belanjaanya tidak besar pasak daripada tiangnya.

Jika total belanja terasa terlalu berlebihan, maka kosumen bisa mengurangi beberapa barang yang sudah dibelinya. Ada fitur khusus untuk menghapus daftar belanjaan. Jadi, tidak ada lagi istilah kaget dan pucat pasi saat membayar di kasir.

Di Perancis, seperti lazimnya di sejumlah negara Eropa, tidak ada lagi kantong plastik gratis. Kebijakan ini diberlakukan untuk menekan polusi kantong plastik. Sudah menjadi kebiasaan masyarakat di sini untuk membawa sendiri dari rumah tas belanja. Selama berbelanja kita bisa langsung memasukkan barang-barang belanjaan setelah dipindai.

Jadi, ketika selesai berbelanja kita tinggal menyerahkan alat pemindai itu kepada kasir dan melakukan pembayaran. Tidak perlu lagi mengeluarkan barang satu per satu.

Curang?

Sudah pasti membaca akan bertanya, terus bagaimana bisa ketahuan kalau kita curang atau tidak? Di Perancis, umumnya sebagian masyarakat malu untuk bersikap curang. Di sekolah, ketahuan mencontek adalah hal yang sangat memalukan.

Tapi ya namanya manusia, dorongan curang pasti ada. Sistem pindai cepat ini pun mengundang orang untuk coba-coba jadi maling kecil-kecilan. Biasanya pihak supermarket melakukan kontrol secara acak terhadap tas belanjaan konsumen. Kalau ada yang curang dan tidak kena kontrol ya orang itu beruntung. Tapi, kalau ketahuan itu pasti akan jadi peristiwa yang memalukan buat orang itu.

Ada juga kok yang ketahuan, entah karena kilaf lupa memindai atau memang berniat curang. Mereka yang ketahuan "lupa" memindai barang yang dibeli tidak akan dibawa ke kantor polisi. Biasanya, kasir akan menyapa, "Jumlah sebenarnya yang Anda harus bayar adalah....."

Saat ini baru satu supermarket yang menyediakan sistem belanja dengan pindai cepat. Saya beruntung karena supermarket ini hanya 700 meter dari tempat tinggal saya.  Makanya walaupun harga yang ditawarkan terkadang sedikit lebih mahal dari supermarket saingannya namun fasilitas canggih yang ditawarkan membuat saya merasa lebih efisien dalam berbelanja.

Tak ada lagi pengalaman antre yang bikin saya tak berhenti melihat jam, karena takut telat menjemput anak di sekolah. Tak ada lagi kejutan pahit saat angka euro tertera di mesin kasir. Dan,yang pasti tak perlu repot mengeluarkan semua isi belanjaan untuk kemudian memasukannya kembali.

Fasilitas pindai cepat ini ditawarkan gratis. Kita cukup mendaftarkan nama dan alamat kita, lalu kartu langganan pun diberikan tanpa ikatan apapun. Menarik bukan?

Oya, cara berbelanja lain yang sedang marak ditawarkan supermarket adalah belanja lewat internet atau telepon. Memang hal ini sudah lama ada, yaitu memesan belanjaan lewat internet dan telepon, tapi bedanya adalah kita bisa ambil di tempat, dalam arti semua belanjaan sudah berada dalam keranjang dan kita tinggal memasukan dalam mobil. Atau diantar ke kediaman kita. Dan semua itu gratis!

Bayangkan bagi orang yang tak memiliki waktu untuk berbelanja di hari kerja, bisa menghemat waktunya dengan fasilitas ini. Sehingga akhir pekan bisa melakukan aktivitas lainnya ketimbang belanja kebutuhan sehari-hari yang pastinya padat.

Jakarta

Di Jakarta sistem ini rasanya masih sulit diterapkan. Kantong plastik juga masih belum dianggap sebagai sumber polusi. Antrean panjang dengan kemungkinan gagal bayar karena "saluran sedang sibuk" juga masih sering terjadi.

Wanita hamil yang mengantre sambil mengusap-usap perutnya pun merupakan pemandangan yang lumrah. Rasanya jarang ada konsumen yang rela mendahulukan ibu hamil untuk membayar lebih dulu.

Di Perancis, barang yang telah dibeli umumnya bisa dikembalikan jika memang tak cocok atau kualitasnya jelek. Kita berhak mendapatkan uang seharga barang yang tidak jadi kita beli. Waktu yang diberikan untuk mengembalikan suatu barang pun cukup lama, dua sampai empat minggu.

Saya punya pengalaman berbeda di Indonesia. Saya membeli barang di sebuah supermarket ternama asal Perancis yang bolehlah dibilang merajai Indonesia. Barang yang saya beli ternyata tidak sesuai dan saya berniat mengembalikannya. Ternyata, itu tidak mudah. Prosesnya ribet sekali dan saya tak berhak mendapatkan uang kembali!

Padahal, di sini di negara asalnya, manajemen supermarket itu sampai menelpon suami saya meminta maaf karena roti yang suami saya beli terdapat serpihan kayu di plastik pembungkusnya. Selain permintaan maaf dan pergantian uang tentunya, kami pun mendapatkan hadiah sebagai tanda penyesalan pihak mereka. Berbeda sekali memang cara penjual memandang konsumennya, sangat disayangkan.

Tapi kecanggihan dalam berbelanja tidak seratus persen menarik simpati masyarakat Perancis yang terkenal kolot. Bagi mereka kehadiran kasir di mana mereka bisa sedikitnya bertukar kata tak bisa tergantikan oleh sebuah mesin. Bahkan berbelanja di pasar tradisional pun harganya jauh lebih mahal dibandingkan berbelanja di supermarket yang menyediakan fasilitas serba moderen.

Saya pribadi menyukai keduanya. Supermarket moderen menghemat waktu dan kerepotan saya. Sementara pasar tradisional menawarkan kehangatan interpersonal. Kami kerap mengunjungi pasar tradisional setiap sabtu pagi sambil bertukar kata dengan si penjual di antara aroma segarnya sayur manyur dan bau menyengat keju kesukaan suami saya...

 

E-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya

sumber: kompas.com

 

Berlibur di Musim Hujan

Ditulis oleh arief   
Rabu, 14 Oktober 2009
Sudah beberapa hari ini Jakarta diguyur hujan. Langit kelabu pun seolah enggan pergi di atas Jakarta. Selamat datang musim hujan.

Hujan boleh jadi mengganggu kenyamanan waktu liburan bersama keluarga. Tapi, jika kita mempersiapkan diri musim hujan bukan jadi halangan untuk melewatkan liburan. Apa saja yang mesti diperhatikan saat liburan di musim hujan? Berikut panduan singkatnya.
Baca lebih lanjut...
 

Mudik Lebaran, Bagaimana bila Anda Hamil?

Ditulis oleh arief   
Kamis, 17 September 2009
Bolehkah berpergian selama anda hamil?, ada banyak pendapat tentang berpergian selama kehamilan--jadi kapan anda boleh dan kapan pula sebaiknya tidak ? Berpergian tidak menyebabkan keguguran, kelahiran premature, atau komplikasi lainnya—tetapi hanya saja terasa tidak nyaman dan menakutkan ketika jauh dari rumah ketika anda sedang hamil.
Baca lebih lanjut...
 

Tips Cegah Mabuk Perjalanan

Ditulis oleh andri kurniawan   
Jumat, 07 Agustus 2009
Anda tengah merencanakan perjalanan jauh bersama anak-anak pada liburan sekolah kali ini? Jika ya, selamat untuk Anda! Namun tetaplah berhati-hati karena perjalanan tidak selamanya menyenangkan, terutama kalau anak mengalami mabuk perjalanan.
Baca lebih lanjut...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 8 dari 76