 MOJOKERTO, salah satu kota di Jawa Timur yang
memiliki kekayaan wisata beragam. Di kota tempat berdirinya Kerajaan
Majapahit itu, wisatawan akan disuguhi wisata alam dan sejarah yang
berpadu.
Wisata alam menjadi salah satu alternatif bagi para pelancong untuk
sekadar melepas penat atau mengisi hari libur. Tepatnya di Kecamatan
Pacet, beraneka ragam suguhan wisata pegunungan disajikan. Dengan hawa
yang dingin dan terbebas dari hiruk-pikuk, mampu menciptakan suasana
tenang. Di kecamatan yang berjarak sekitar 30 kilometer dari
jantung kota itu, beberapa objek wisata alam bisa ditemukan. Mulai
wisata air, agrobisnis, kuliner hingga pemadangan hamparan gunung yang
menyejukkan mata. Semuanya, disajikan tanpa perlu merogoh kocek
dalam-dalam. Salah satu objek wisata yang menjadi andalan
adalah kawasan wisata air panas, tepatnya berada di Desa Padusan
Kecamatan Pacet. Tak hanya pemandian air panas yang disajikan, bagi
mereka yang sekadar ingin berenang di air dingin, tepat jika memilih
lokasi ini. Tentunya, kejernihan dan kemurnian air kolam menjadi
jaminan kepuasan wisatawan.
Untuk bisa menikmati suguhan wisata
air panas dan dingin ini, wisatawan hanya butuh mengeluarkan kocek
sebesar Rp3.500 untuk tiket masuk. Ongkos sebesar ini, hanya untuk
menikmati pemandangan pegunungan di lokasi wisata Padusan.
Selebihnya, jika wisatawan menginginkan wisata air panas dan dingin,
hanya perlu menambah tiket masuk lokasi sebesar Rp2.500 per orang.
Wisata air panas Padusan, menjadi andalan wisata di Kabupaten
Mojokerto. Tak hanya wisatawan dalam kota yang kerap menikmati air
panas alami yang berkhasiat itu. Tak jarang, wisatawan dari luar kota,
dan bahkan mancanegara, sudi singgah di lokasi wisata yang menjadi ikon
wisata di Kabupaten Mojokerto ini.
Beberapa alasan yang
menjadikan lokasi wisata ini menjadi wisata favorit adalah keunikan air
panas yang ditampung di lima kolam itu. Selain murni dari pegunungan,
khasiat menjadi obat penyakit kulit, kerap kali jadi alasan wisatawan
untuk mengunjungi lokasi ini. Lantaran itu, ramainya para wisatawan tak
dibatasi hanya hari libur.
Tahun 2002 lalu, lokasi ini sempat
mati suri. Menyusul bencana tanah longsor yang menewaskan puluhan
wisatawan yang sedang asyik berendam. Namun cerita kelam itu, seakan
sudah terlupakan. Sejak setahun terakhir, lokasi ini justru lebih
diminati dibandingkan sebelum musibah itu menimpa lokasi ini.
Bukan tanpa alasan kenapa para wisatawan saat ini justru lebih merasa
nyaman di lokasi ini. Relokasi kolam dan perbaikan sejumlah fasilitas,
mampu mengubah citra seram. Bahkan kini, kenyamanan dan keamanan
wisatawan menjadi prioritas pengelola, yakni Dinas Pariwisata Pemuda
dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Mojokerto.
Sederetan upaya
juga dilakukan untuk menarik simpati wisatawan. Salah satunya adalah
rasa aman dari longsor, yang pernah menjadi sejarah buruk bagi warga
desa setempat. "Saat ini, kami memberi jaminan jika tak akan ada korban
tanah longsor lagi di tempat wisata ini," sebut Naib, Koordinator
Wisata Air Panas dari Dispora Kabupaten Mojokerto.
Jaminan itu
tak hanya isapan jempol. Kini pengelola menempatkan lokasi kolam, baik
kolam air panas maupun dingin, jauh dari aliran sungai, yang saat itu
menjadi "jalan" longsoran tanah dari Gunung Welirang. Selain itu, upaya
penanaman hutan kembali, menjadi satu jaminan jika lokasi ini terbebas
dari banjir dan tanah longsor.
Bagi mereka yang hobi menikmati
alam pegunungan dengan kemping di lokasi ini juga tersedia bumi
perkemahan. Karena lokasi yang luas dan aman, tempat ini kerap menjadi
tujuan para pecinta alam untuk menikmati liburan di dalam tenda. Hutan yang telah bebas dari binatang buas, juga menciptakan rasa aman tersendiri.
Tak cukup sampai di situ, wisatawan juga akan terpuaskan dengan beragam
oleh-oleh khas Pacet di lokasi ini. Wisata belanja agrobisnis, tersaji
di deretan jalan, lengkap dengan produk-produk pertanian unggulan
dengan berbagai olahan. Seperti keripik ketela, hingga beragam
sayur-mayur organik.
Puas dengan wisata air panas, pengunjung
juga bisa menikmati objek wisata lainnya yang hanya berjarak sekitar
200 meter, berupa wisata air terjun. Dengan medan yang cukup menantang
dan berada di bagian bawah lokasi air panas, pengunjung bisa menikmati
indahnya air tejun Coban Canggu. Dengan harga tiket Rp2.500 per orang,
pengunjung bisa sepuasnya menikmati air terjun dengan ketinggian
sekitar 70 meter ini.
Bagi wisatawan luar kota yang ingin
berlama-lama di lokasi wisata ini, tak perlu dipusingkan dengan tempat
menginap. Deretan hotel berbagai kelas siap menampung para wisatawan.
Atau bagi mereka yang traveling bersama keluarga, bisa memilih satu
dari puluhan vila yang disewakan. Harganya pun cukup terjangkau. Mulai
Rp250.000 hingga Rp750.000 per malam.
|