Kesejukan Alam di Bantimurung |
|
Ditulis oleh andri kurniawan
|
|
Kamis, 02 Juli 2009 |
 MENIKMATI sejuknya air terjun sambil mengamati
indahnya kawanan kupu-kupu dari berbagai spesies mungkin hanya bisa
ditemukan di Taman Wisata Alam (TWA) Bantimurung Maros. Objek wisata
ini masih tetap natural dengan gelantungan ranting pohon dan hijaunya
dedaunan.
Karena itu, beberapa spesies satwa merasa tetap aman berkembang biak di sana, termasuk kupu-kupu.
Biasanya, para pelancong domestik lebih banyak memilih air terjun
Bantimurung sebagai tujuan rekreasi pada akhir pekan. Lokasinya tidak
jauh dari pusat Kota Maros atau perjalanan satu jam dari Makassar.
Menuju TWA Bantimurung, bisa menggunakan kendaraan pribadi ataupun
angkutan kota dengan hanya membayar Rp10.000. Secara administratif,
kawasan wisata ini terletak di Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan
Bantimurung, Kabupaten Maros. Selama perjalanan, kita akan
disuguhkan pemandangan alam berupa persawahan, sungai, dan gunung
karst. Konon, karst di tempat ini adalah yang terbaik kualitasnya di
seluruh dunia. Semakin mendekati daerah taman wisata, pegunungan hijau
mulai menjulang tinggi. Hawa sejuk khas pegunungan juga langsung
terasa.
Pesona kupu-kupu Bantimurung bisa langsung terlihat,
tapi sayangnya sudah dalam bentuk cenderamata berupagantungan kunci
ataupun hiasan dinding. Semuanya terjejer di tempat jualan para
penangkar kupu-kupu. Pelancong bisa menyempatkan singgah sejenak untuk
membeli oleh-oleh. Namun, bisa juga setelah berpuas diri berendam dan
mandi di air terjun.
Di antara beberapa tempat yang bisa
dikunjungi, kebanyakan pelancong memilih untuk langsung menuju ke air
terjun. Memasuki kawasan ini, mereka dikenakan tiket masuk Rp5.000
untuk orang dewasa dan Rp4.000 untuk anak-anak. Memasuki
kawasan objek wisata itu, pengunjung masih harus menempuh perjalanan
sepanjang aliran Sungai Bantimurung. Demikian juga dengan tempat
penangkaran kupu-kupu. Di sisi kiri-kanan terdapat tebing tinggi dengan
posisi 90 derajat. Di atasnya masih dihuni berbagai satwa seperti kera
hitam atau macaca maura, kuskus, tarsius, rangkong, kakatua, dan
berbagai jenis insekta seperti kupu-kupu dan kumbang. Meski
tidak begitu tinggi, suara air terjun yang bergemuruh dan alirannya
yang cukup deras menjadi pesona tersendiri. Tekstur batu di balik
aliran air yang keras dan tidak terlalu licin membuat orang bisa
melintasi atau mandi tepat di bawah pancuran air. Mereka yang memilih
untuk lebih ekstrem terkadang memakai ban dan membiarkan dirinya
terseret aliran air deras. Suasana alami bisa lebih terasa
jika melihat kawanan kupu-kupu aneka warna beterbangan di sekitar air
terjun. Apalagi jika suara deru air berantai dengan suarasuara hewan
hutan lainnya, terutama dari golongan insekta. Terdengar sangat
eksotik.
Tidak jarang pada akhir pekan, diadakan outbound
di sekitaran air terjun. Tempatnya sangat mendukung untuk melakukan
aneka jenis permainan yang mengandalkan ketangkasan itu. Selain itu,
hawa sejuk pegunungan dan segarnya air Bantimurung menjadi kekhasan
tersendiri.
Makanya, penataan kawasan Bantimurung oleh
pemerintah setempat dibuat menjadi proporsional bagi semua kegiatan.
Termasuk membangun pendopo Bissu Daeng di antara rindangnya pepohonan
di tepi sungai. Tempat ini menjadi tempat berkumpul para pelancong saat
duduk-duduk bersantai sambil menikmati pesona air terjun.
Tidak puas dengan hanya sampai ke air terjun, pengunjung juga bisa
berjalan menelusuri sepanjang sungai yang berada di atas. Jalan setapak
ini baru saja dibuka untuk umum setelah pemerintah daerah setempat
merenovasi area tersebut.
Dari sisi kanan air terjun,
dibangun tangga yang akan membawa pelancong naik menyusuri sungai.
Airnya mengalir tenang di antara rimbunnya pohon-pohon yang tumbuh di
batu-batu gunung. Jika sedang beruntung, pelancong bisa menemui
sekawanan kera hitam macaca maura juga berlompatan dari satu dahan
pohon ke dahan yang lain.
|