Moskow, Kota Tertua yang Mahal |
|
Ditulis oleh andri kurniawan
|
|
Kamis, 02 Juli 2009 |
 SEBAGAI kota termahal di dunia, Moskow tak
menawarkan konsep kota modern. Ibu kota Rusia itu justru menampilkan
sebuah tata kota tua berarsitektur klasik.
Saat pesawat mendarat di Bandara Domodedovo, Moskow, bukan hawa
dingin yang menyambut saya. Yang ada justru teriknya matahari. Padahal,
saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 17.30 waktu setempat. Ya, di
sana waktu sesore itu masih terang benderang bagaikan pukul 13.00 di
Jakarta.
Di Rusia, mentari bekerja dengan jam yang lebih
banyak ketimbang rembulan. Sang Pemancar Sinar itu baru balik kandang
sekitar pukul 22.00 malam dan akan kembali tebar pesona pada sekitar
pukul 4 pagi. Bahkan, ada satu hari di bulan Juni matahari bekerja
hampir sepanjang hari. Seharian itu malam hanya datang tak lebih dari
satu jam.
Sekelumit kisah pergantian siang dan malam itu yang
memperkenalkan saya dengan Moskow, sebuah kota terbesar di Rusia,
bahkan yang terbesar di Eropa.
Sebagai ibu kota, kota yang
dihiasi Sungai Moskow itu merupakan pusat politik, ekonomi, keagamaan,
keuangan, pendidikan, dan transportasi dari negaranya yang dulunya
bernama Uni Soviet. Di tanah ini juga banyak bertaburan para ilmuwan
dan institusi pendidikan, sebanyak bertebarnya fasilitas-fasilitas
olahraga.
Bukan itu saja, Moskow bisa dibilang sebagai ibu
kotanya para konglomerat. Di sinilah rumahnya para miliuner. Kota ini
bahkan terbilang paling banyak melahirkan orang kaya di dunia. Wajar
kalau pada akhir 2007 kota ini didaulat sebagai kota termahal di dunia
untuk dua tahun beruntun.
Sayang, sebagai kota termahal
Moskow tidak menampilkan bangunan-bangunan modern layaknya kota-kota
besar lain seperti Tokyo atau Los Angeles. Di sini justru bertebaran
bangunan-bangunan tua peninggalan zaman dulu. Konon, pemerintah
setempat memang melarang pemugaran seluruh bangunan cagar budaya yang
ada di kota ini.
Biar begitu, bangunan-bangunan tua itu tetap
menampilkan pesona. Seperti beberapa yang ada di Lapangan Merah, salah
satu lokasi di pusat kota yang sangat populer sebagai salah satu lokasi
wisata. Lapangan ini memisahkan Kremlin, sebuah istana kenegaraan
tempat tinggal Presiden Rusia, dengan Kitaigorod, pusat perbelanjaan di
Moskow.
Aslinya Kremlin dihiasi 18 menara, namun jumlahnya
ditingkatkan menjadi 20 pada abad ke-17 silam. Menara Spasskaya menjadi
yang tertinggi dan yang paling terkenal. Menara yang dibangun pada 1725
itu bertinggi 71 meter. Istana itu ditutupi tembok yang menggapai area
sepanjang 27,5 hektare.
Bukan hanya Kremlin dan Kitai-gorod yang jadi hiasan Lapangan Merah. Di tempat yang dalam bahasa aslinya bernama Krasnaya ploshchad
itu juga berdiri sebuah Katedral Saint Basil. Secara tradisional, ini
adalah gereja yang mempunyai banyak atap berbentuk kerucut
berwarna-warni. Secara tradisional, katedral ini menyimbolkan posisi
unik Rusia antara Eropa dan Asia. Selain Saint Basil, ada juga beberapa
gereja lain dengan arsitektur yang tak kalah uniknya di area Lapangan
Merah ini.
Pesona Moskow bukan saja bertumpu di Lapangan
Merah. Masih banyak lokasi lain yang sungguh nikmat dipandang mata
seperti Katedral Christ the Saviour. Ini adalah Gereja Ortodok Barat
tertinggi di dunia. Gereja ini tak jauh dari Sungai Moskow, beberapa
blok di barat Kremlin.
Di wilayah lain ada juga Menara Ostankino yang merupakan pemancar televisi dan radio di sana. Tingginya mencapai 540 meter. Tower yang didesain oleh Nikolai Nikitin ini tercatat sebagai menara nomor tiga tertinggi di dunia setelah Burj Dubai.
Buat Anda yang suka musik, kota ini menawarkan sebuah tempat bernama
Moscow International Performance Arts Center yang dibuka pada 2003.
Tempat ini juga dikenal dengan nama Moscow International House of
Music, sebuah pentas yang biasa memanggungkan musik-musik klasik. Di
bangunan ini terdapat organ terbesar di Rusia.
Namun bagi
para wisatawan, ke Moskow tak akan lengkap jika tak menyambangi Old
Arbat. Ini adalah nama jalan yang paling terkenal buat para turis.
Lokasinya terletak di jantung area bohemian yang banyak dihiasi
bangunan-bangunan kuno peninggalan abad ke-20.
Banyaknya
lokasi wisata di Moskow bukan berarti harus mengeluarkan banyak uang
untuk transportasi. Para wisatawan dengan bujet paspasan tak perlu
khawatir. Tak perlu naik taksi untuk mengunjungi berbagai lokasi wisata
di sini. Di kota ini ada Metro, sebuah sistem transportasi kereta bawah
tanah yang menjangkau seluruh sudut kota ini.
|