Kintamani Jadi Kawasan Otorita |
|
Ditulis oleh andri kurniawan
|
|
Jumat, 03 Juli 2009 |
 BANGLI - Rencana pengambilalihan pengelolaan objek
wisata Kintamani oleh Pemerintah Kabupaten Bangli kian dilancarkan.
Dipastikan Pemkab Bangli bakal mengubah Kintamani menjadi kawasan
otorita.
"Dengan kawasan otorita ini kami berharap bisa meningkatkan
pemasukan dari sektor pariwisata," ungkap Wakil Bupati Bangli I Made
Gianyar, Senin (2/6/2008).
Di hadapan sejumlah tokoh masyarakat
Kintamani, Made Gianyar meyakinkan apabila Pemkab Bangli yang mengelola
pariwisata Kintamani akan ada perbaikan, baik pengelolaan maupun
pemasukan. Dengan kawasan otorita, pihaknya yakin kebocoran pemasukan
akan bisa ditekan.
"Kita telah membentuk tim untuk itu. Tim telah mengadakan penelitian, hasilnya cukup membanggakan," kata Gianyar.
Kata dia, jika nantinya sudah ditetapkan sebagai kawasan otorita maka
Kintamani akan ditutup sebagai jalur umum. Tentunya, kata dia, akan ada
perubahan arus lalu lintas.
"Yang diperbolehkan masuk kawasan
hanyalah wisatawan asing maupun lokal. Sementara kendaraan umum lainnya
tidak diperbolehkan. Kalau pun masuk tentu akan kena pungutan layaknya
wisatawan," tandasnya.
Untuk mendukung itu, ke depan Pemkab
Bangli dan Pemrov Bali akan merintis pembangunan jalan alternatif.
Jalan tersebut direncanakan akan dibangun dari Desa Sekardadi masuk ke
Bayung Gede menuju Desa Belancan, Gelagah Linggah, dan Pasar Tenten
Kintamani.
"Ini nantinya akan menjadi jalan alternatif provinsi menghubungkan Bangli-Buleleng," katanya.
Lalu bagaimana dengan penduduk lokal di kawasan otorita? Kata dia,
untuk warga yang ada di kawasan itu nantinya akan diberikan kartu
pengenal.
"Kartu ini harus dikenakan setiap warga bepergian.
Nah, kartu inilah yang nantinya membedakan warga lokal dengan orang
luar yang masuk kawasan otorita. Bila kelupaan membawa kartu itu warga
akan dikenakan biaya masuk," terang Gianyar.
Gianyar
melanjutkan, bila kawasan otorita bisa diterapkan nantinya, maka tahun
pertama dia menargetkan Rp10 miliar bakal masuk ke APBD dari Kintamani.
Sementara kesejahteraan pedagang akan terjamin. Pasalnya, nantinya
mereka akan mendapatkan persentase dari adanya kunjungan wisatawan itu.
"Misal sehari mereka tidak jualan tentu akan mendapatkan kompensasi,"
ucap Made Gianyar yang selama ini ditunjuk menjadi Ketua Tim Negosiasi
antara Pemkab Bangli dan Yayasan Bintang Danu.
|