 KEINDAHAN Tanah Lot lahir dari perpaduan ganasnya ombak pantai selatan dengan aura bersahaja Pura Luhur Tanah Lot.
Pertemuan kedua titik ekstrem itu (keganasan- kebersahajaan, red),
melahirkan permainan laut yang menantang pula, ekstrem surfing.
Bila dari arah Tanah Lot, pengunjung diharuskan mengayunkan kaki menuju
arah barat untuk mencapai lokasi ekstrem surfing, tepatnya di Pantai
Batu Bolong ini. Tidak jauh memang, sekitar dua puluh meter dari Pura
Tanah Lot. Jalanan ke lokasi pun tidak sulit, menggunakan paving. Meski demikian, pejalan kaki harus memeras sedikit energi. Maklum, jalan sedikit menanjak.
Setelah lima menit berjalan, tepian tebing akan menyambut. Di
seberangnya, terpapar tebing lain yang berlubang bagian tengahnya. Batu
Bolong begitu orang menyebut tebing tersebut. Uniknya, di dekat Batu
Bolong terdapat pantai berpasir hitam. Pemandangan ini menarik sebab di
sekitar Batu Bolong, pantai tersusun dari batu karang.
Pantai
berpasir hitam ini bisa dicapai dengan menuruni anak tangga, sekitar
seratus anak tangga. Saat turun, pengunjung harus ekstra hati-hati,
sebab kemiringan tangga hampir sembilan puluh derajat, tanpa pegangan
di kiri-kanan tangga pula.
Selepas anak tangga terakhir, terdapat pantai berpasir hitam, inilah lokasi permainan ekstrem surfing. Disebut ekstrem sebab, surfer harus menghadapi dua tantangan sekaligus, ombak dan karang di bawah permukaan air. Tantangan ini melahirkan joke, hanya surfer bernyali yang mencoba selancar di Pantai Batu Bolong.
"Karena jarang surfer yang berani main, ada kebanggaan tersendiri bagi yang pernah bermain di sana," ujar I Made Arinata, 29, surfer di pantai itu.
Surfer
yang dijuluki penakluk Batu Bolong ini mengatakan, bermain selancar di
Pantai Batu Bolong berbeda dengan pantai lainnya. Karena pantai
memiliki karang, surferharus mencari ombak agak ke tengah laut.
Sesaat setelah mendapat ombak, kaki kiri harus segera dijejakkan di
papan seluncur. Setelah itu, peselancar harus mengikuti ombak, menjaga
keseimbangan supaya tidak tergulung ombak.
Peselancar yang
tidak bisa menjaga keseimbangan, tergulung ombak, harus bersiap mencium
karang di bawah permukaan air. "Itulah tantangannya, menaklukkan ombak
sekaligus menjaga agar tidak mencium karang," imbuh Arinata.
Dekat dengan nyawa, imbuh pria yang bekerja sebagai life guard, menggambarkan tantangan surfing
di Pantai Batu Bolong. Dia sendiri sudah merasakan, satu kali engsel
lututnya keluar akibat terempas ombak dan membentur papan selancar.
Bekas luka-luka di lututnya turut menegaskan ganasnya ombak Batu
Bolong.
Penggemar surfing bisa mendapatkan ombak
yang lebih ramah di sekitar Kawasan Tanah Lot. Salah satunya di Pantai
Nyanyi, berjarak sekitar lima kilometer dari Tanah Lot, sejalur dengan
jalan menuju Denpasar. Nyanyi bisa dicapai dengan mobil maupun motor.
Masih satu garis pantai dengan Pantai Batu Bolong, Nyanyi menawarkan
ombak bagus tanpa karang. Meski pantai tersebut juga berpasir hitam.
"Di sana lebih aman, tidak ada karang. Sebab itu, bila tidak berani di
Batu Bolong, mainnya di Nyanyi," ujar pemuda Tanah Lot pehobi surfing pula, Wayan Tirtayasa, 19.
Ada beberapa prinsip dasar yang perlu diketahui peminat surfing.
Memiliki keinginan mencoba, dan papan selancar tentunya. Selain itu, bila surfing di pantai berkarang, peselancar dilarang terlalu dekat dengan pantai.
Pantang bagi surfer
mencari ombak kecil di pantai berkarang. Sebab, ombak besar lebih aman,
menjaga surfer di atas air, jauh dari karang. Kalaupun jatuh, jarak
permukaan air dengan karang cukup menahan beban surfer.
|