You are here >
Sun 14 Mar 2010

Melarung Dosa di Tirta Suci

Ditulis oleh andri kurniawan   
Jumat, 03 Juli 2009
Image
PURA di atas batu karang menyuguhkan keindahan alami yang sakral di Tanah Lot. Pun air suci yang mengalir di bawah gua karang, pesonanyamenarik banyak wisatawan.
Sumber mata air yang mengalir bening juga menjadi daya tarik yang menyejukkan. Tak jarang wisatawan sekadar datang untuk mengambil air yang disucikan oleh masyarakat setempat.

Sumber mata air itu berlokasi di dalam gua, tepatnya di bawah karang penyangga Pura Luhur Tanah Lot. Sumber air keluar dari sebelas lubang di dalam gua. Uniknya, meski dikelilingi laut, air yang keluar terasa tawar.

Air suci yang lebih tepat disebut tirta oleh masyarakat sekitar dan penganut agama Hindu ini diyakini bisa menyucikan diri mereka dari berbagai perbuatan buruk. "Karenanya, kesakralan air suci ini disejajarkan dengan kesucian pura," kata juru bicara Wisata Tanah Lot, Wayan Suneja.

Untuk mencapainya, pengunjung harus menunggu air laut surut. Pengunjung yang hendak memasuki gua suci untuk mendapatkan tirta, harus mengikuti aturan layaknya memasuki pura. Satu contoh, perempuan yang sedang menstruasi tidak boleh memasuki area ini. Demikian halnya laki-laki yang merasa dirinya tidak dalam keadaan suci.

Begitu berhasil menyeberang, dua orang pemangku (tokoh) adat akan memberi beberapa butir beras untuk dipasang di kening serta bunga kamboja yang diselipkan di sela kuping. Setelah pemangku mempersiapkan diri dengan beberapa ritual, barulah air suci itu dicipratkan kepada pengunjung yang hendak menyucikan diri.

"Kalobagi umat Hindu, air ini hanya dipercaya untuk menyucikan diri. Namun, ada juga yang mengatakan, air ini dipercaya bisa mengabulkan semua keinginan orang yang mendapatkannya," ujar I Gusti Ngurah Arya, salah satu guide objek wisata Tanah Lot.

Arya mengaku, banyak di antara pengunjung yang setelah sekian lama tidak berkunjung, mereka kembali dengan membawa sesaji sebagai ungkapan terima kasih, karena keinginannya tercapai. Bahkan, untuk menyembuhkan berbagai penyakit sekalipun, beberapa pengunjung sudah banyak yang membuktikannya.

Manajer objek wisata Tanah Lot, Made Sujana juga membenarkan banyaknya pengunjung yang tertarik dengan keberadaan tirta suci itu. Meski sampai saat ini menyatakan belum pernah bisa membuktikannya secara ilmiah. Mengenai kemujaraban air suci itu, ia dapatkan pula dari komentar pengunjung.

"Pernah dulu ada orang Brebes, Jateng, yang kembali lagi ke sini dengan membawa hasil panen bawang merah mereka. Karena tirta ini dipercaya menyembuhkan penyakit pertanian bawang mereka," kata Sujana.

Sujana menambahkan, baginya memang mungkin saja hal itu semua terjadi. Karena keyakinan penuh terhadap kesucian air suci itu, bisa secara tidak langsung berdampak atas berbagai hambatan si pemohon. "Hambatan itu kan bisa penyakit, bisa keinginan tidak juga tercapai dan lain-lain," sambungnya.

Pernyataan itu diamini Ainurrafiq, salah satu pengunjung yang berasal dari salah satu SMA di Surabaya, Jatim. Ia mengaku penasaran dengan mitos yang diterimanya dari pengunjung yang lain. "Saya cuma pingin tahu saja, sekalian saya juga berdoa hasil ujian saya bagus," ungkap siswa kelas tiga MAN (madrasah aliyah) itu.

Selain Tirta, area suci di Pura Tanah Lot juga memancar di gua ular suci. Penduduk sekitar menganggap ular laut berbisa itu sebagai penjaga kesucian pura. Ular itu mereka anggap penjelmaan dari selendang Danghiang Nirarta, salah satu tentara kerajaan Majapahit yang mendirikan pura luhur Tanah Lot.

Nyoman Sudiana, salah satu penjaga Holy Snake itu menyatakan, jumlah ular-ular yang berada di gua itu tidak menentu. Bahkan, jika upacara adat di pura sedang berlangsung, ular-ular itu nyaris tidak ada yang menampakkan diri. "Kalau kepercayaan orang-orang sini, ular itu sama-sama menjaga pura," kata Sudiana.
Comments
Search RSS
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Advertisement