Bali, Destinasi Tak Tergeserkan |
|
Ditulis oleh andri kurniawan
|
|
Jumat, 03 Juli 2009 |
 BOM Bali I dan II, yang membuat Bali sempat
menjadi keprihatinan dunia, tak menggoyahkan citra Bali sebagai tujuan
utama pariwisata di Nusantara.
Ketangguhan Bali sebagai destinasi yang menjanjikan bagi para pelancong terbukti dengan diakuinya Pulau Dewata sebagai one of the best tourist destination.
Pengamat pariwisata Wiendu Nuryanti menyebut Bali sebagai lokasi wisata
yang memiliki segalanya. Dari pemandangan alam yang indah, pantai yang
asri, hingga tempat wisata yang atraktif. Kafe, restoran, dan toko-toko
yang berderet di sepanjang jalan juga menjadi daya tarik bagi
wisatawan.
Tradisi keagamaan yang dipegang teguh masyarakat
Bali justru menjadi sihir yang kuat bagi wisatawan. "Tidak mengherankan
jika dari sisi pangsa pasar Bali tetap tujuan utama dan sulit disaingi
dalam jangka waktu lama," ujar guru besar bidang perencanaan pariwisata
ini.
Pendapat tersebut dibenarkan Direktur dan Corporate
Secretary Panorama Destination Achmad Sufyani. Kedudukan Bali sebagai
gerbang utama destinasi wisata memang tidak bisa digeser. "Turis asing
yang datang kebanyakan dari Eropa seperti Prancis, Belgia, dan bagian
Eropa Timur seperti Republik Ceko dan Hungaria," ujarnya.
Dalam rangka menyambut Visit Indonesia Year 2008,
Bali semakin berbenah menyambut kedatangan para turis lokal dan asing
sejak awal tahun lewat program Sadar Wisata. Program ini bertujuan
menciptakan lingkungan dan suasana aman, nyaman, dan tertib sesuai
dengan Tujuh Tombak Pengembangan Pariwisata atau lebih dikenal dengan
Sapta Pesona.
Gawean itu rutin diselenggarakan setiap tahun,
tetapi terutama untuk tahun ini lebih digalakkan lagi karena bertepatan
dengan Tahun Kunjungan 2008. Kerja sama yang dijalin pihak Bali Tourism
Board dan sembilan stakeholder termasuk pihak Asosiasi
Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) serta Persatuan Hotel
dan Restoran Indonesia (PHRI) semakin kuat demi menggaet para wisatawan
berkunjung ke Bali.
Upaya yang dilakukan pihak pengelola
pariwisata ini berbuah manis. Bali terbukti menjadi andalan pariwisata
Indonesia. Hal ini terlihat dari jumlah wisatawan yang berlibur ke
Bali. Pada 2006 dari 4,8 juta turis asing yang berkunjung ke Indonesia,
tak kurang dari 1,2 juta turis itu menjadikan Bali sebagai tujuan
wisata. Artinya, hampir 30 persen dari total wisatawan berkunjung ke
pulau ini.
Jumlah tersebut semakin meningkat pada 2007.
Sekitar 1,7 juta wisatawan asing berkunjung ke Bali pada tahun itu.
Adapun wisatawan domestik menyumbang jumlah yang lumayan besar, yakni 3
juta orang. Tidak berlebihan kiranya jika di tahun ini Bali menetapkan
target wisatawan sebesar 1,9 juta.
Tingkat okupansi hotel di
Bali dari tahun ke tahun juga semakin meningkat. Pada Januari, tingkat
hunian mencapai 80 persen dan diperkirakan jumlah tersebut semakin
tinggi menginjak akhir tahun sebesar 90 persen. Kamar yang tersedia di
beberapa hotel bahkan sudah hampir penuh sampai Oktober dan November
nanti.
"Apalagi travel warning dari Amerika Serikat
sudah dicabut beberapa waktu lalu. Kami yakin hal ini akan membuat
pariwisata di Bali semakin bergairah lagi," ujar sekretaris PHRI Bali
Perry Markus.
Bali termasuk provinsi yang gencar
mempromosikan pariwisatanya hingga bergaung ke seluruh penjuru dunia.
Pulau yang terkenal dengan Pantai Kuta ini bahkan tidak menunggu ajakan
pemerintah untuk berpromosi. Bali langsung menjemput bola dalam meraih
wisatawan mancanegara.
Secara rutin pihak Bali Tourism Board
dan PHRI Bali aktif mempromosikan keindahan pariwisata Bali sampai ke
Benua Eropa, sebut saja Berlin, Hamburg, dan sebagainya. Tentu dengan
paket-paket wisata yang telah dipersiapkan semenarik mungkin. Pihak
biro perjalanan wisata pun saling berlomba menawarkan paket tur wisata
dengan produk yang dibuat untuk memikat para turis.
|