You are here >Home arrow Jalan-Jalan arrow Domestik arrow Menyusuri Jejak Awal di Wuppertal
Mon 20 May 2013

Menyusuri Jejak Awal di Wuppertal

Ditulis oleh andri kurniawan   
Selasa, 07 Juli 2009
JIKA Anda berkesempatan bepergian ke Jerman, luangkan waktu sejenak untuk mengunjungi kota yang merupakan cikal bakal zaman industri, yaitu Wuppertal.
Berada di kota ini seolah ikut merasakan bagaimana kehidupan masa awal perkembangan industri di masa lalu. Wuppertal merupakan kota pegunungan. Sejauh mata memandang akan terlihat bukit-bukit, pepohonan, dan jalan berliku-liku. Perlu stamina yang benar-benar fit untuk berjalan dari suatu tempat ke tempat lain karena dapat dipastikan Anda tidak hanya akan melewati jalan rata, juga akan menjumpai tanjakan atau turunan. Seperti saat saya akan menuju ke universitas.

Dari penginapan, saya harus melalui kurang lebih 90 anak tangga, jalan ini cukup pendek tapi melelahkan, ada jalan yang lebih landai, tapi jalannya memutar, dan perjalanan akan memakan waktu lebih lama.

Pemandangan kota berbukit lebih indah dibanding dengan kota bertopografi datar karena dengan wilayah yang berbukit-bukit kita dapat melihat pemandangan yang lebih bervariasi tergantung dari sudut pandang yang kita peroleh. Hanya, untuk memperoleh pemandangan indah tersebut sering kali kita harus berusaha keras untuk menaiki puluhan anak tangga karena tidak semua bisa dicapai dengan kendaraan bermotor.

Kota Wuppertal menyimpan keindahan tersembunyi yang menanti untuk kita temukan. Keindahan Kota Wuppertal terpancar terutama pada saat musim salju dan pada waktu malam hari di mana terdapat banyak kelap-kelip lampu. Wilayah Wuppertal terletak pada ketinggian 100 hingga 350 meter di atas permukaan air laut, perbedaan ketinggian yang besar ini selain dihubungkan dengan jalan kendaraan bermotor juga dihubungkan dengan anak tangga.

Terdapat berbagai variasi anak tangga, mulai yang terjal sampai landai. Inilah salah satu hal yang unik dari kota ini.

Magnet bagi Usahawan

Sejak abad pertengahan, Wuppertal merupakan lokasi pabrik pemutih. Meskipun sudah sejak abad pertengahan Kota Wuppertal merupakan tempat industri. Sampai pada abad ke-15, Wuppertal berkembang dengan lamban, tetapi setelah pengadilan memutuskan untuk mengampuni bangsawan Johann III karena tindakan monopolinya, maka secara perlahan tapi pasti Wuppertal beranjak menjadi pusat ekonomi.

Wuppertal seolah-olah mempunyai magnet yang menarik bagi para usahawan untuk menanamkan modalnya di sana. Rupanya pada saat itu para pengusaha melihat wilayah Wuppertal merupakan kota yang menjanjikan. Mulailah wilayah ini dipertimbangkan sebagai lokasi pabrik.

Pada abad ke-17 kota ini semakin ramai oleh berbagai macam pabrik. Salah satunya adalah pabrik bahan-bahan kimia dan pabrik pewarna. Mayoritas pabrik didirikan di sekitar Sungai Wupper karena limbah pabrik dapat dengan mudah dialirkan ke sungai. Limbah yang dibuang merupakan limbah yang belum diolah sehingga limbah ini mencemari lingkungan.

Sarana dan prasarana kota berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya. Dengan berdirinya banyak pabrik, maka diperlukan banyak tenaga kerja pula. Pekerja pabrik datang dari berbagai penjuru Kota Wuppertal. Untuk mengatasi mobilitas yang tinggi ini diperlukan alat transportasi baru yang dapat melayani mereka dengan cepat. Kota yang dikelola kurang tepat akan memberikan dampak buruk terhadap penduduknya. Pemerintah mengerti benar tentang permasalahan yang dihadapi oleh Kota Wuppertal, satu per satu permasalahan dicarikan solusinya.

Sekitar tahun 1900-an pemerintah memutuskan untuk membangun sebuah alat transportasi yang sesuai dengan keadaan kota dan kebutuhan masyarakat Wuppertal. Berdasarkan pertimbangan wilayah topografi yang berbukit-bukit, dan ketersediaan lahan yang sempit, maka diputuskan untuk menggunakan monorel Schwebebahn, alat transportasi massal yang menggantung di udara.

Schwebebahn dibangun oleh seorang insinyur dari Cologne yaitu Carl Eugen Langen. Dia sangat memahami kebutuhan transportasi Kota Wuppertal saat itu karena selain seorang pengusaha, juga seorang insinyur sipil. Maka dibangunlah transportasi kereta gantung dengan sistem double track.

Pembangunan transportasi ini mulai dilaksanakan pada 1898. Pada 1901 kereta ini siap digunakan untuk umum. Namun, monorel Schwebebahn benar-benar menjadi angkutan massal sepenuhnya pada 1903. Schwebebahn melayani jarak sepanjang 13,3 km. Kereta ini akan berhenti di halte setiap kurang lebih 700 meter. Pada awalnya halte Schwebebahn ini menyerupai halte rumah tradisional kota Wuppertal.

Schwebebahn merupakan transportasi unik yang menjadi kebanggaan sejak berdirinya sampai sekarang. Merupakan salah satu atraksi unik dari kota ini. Dengan naik Schwebebahn sebenarnya kita telah melihat sebagian besar Kota Wuppertal secara sekilas. Kini Schwebebahn telah berumur lebih dari 100 tahun. Secara rutin, dinas transportasi pemerintah merawat rel gantung beserta keretanya. Telah direncanakan juga untuk mengganti rel yang telah lapuk termakan usia secara bertahap.

Sampai berapakah umur transportasi ini? Pemerintah dan masyarakat Wuppertal tentunya akan mempertahankannya selama masih layak pakai karena transportasi ini telah menjadi lambang Kota Wuppertal.
Comments
Search
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >