You are here >Home arrow Jalan-Jalan arrow Domestik arrow Yuk, Nonton Festival di Stadhuis
Fri 10 Sep 2010

Yuk, Nonton Festival di Stadhuis

Ditulis oleh andri kurniawan   
Minggu, 12 Juli 2009
ImageINGIN mencoba lomba bakiak, lomba egrang batok kelapa? Atau memberi kesempatan anak atau keponakan mengenal wayang sambil ikut lomba mewarnai wayang? Penggemar mobil  dan vespa tua juga bisa bertemu komunitas yang memamerkan mobil dan vespa tua. Di ujung lain sekumpulan penggila barang antik tak mau ketinggalan. Komunitas Warung Barang Antik, siap memuaskan nostalgia Anda melalui berbagai benda, dari peralatan rumah tangga masa lalu, buku dan foto kuno, atau mainan di masa kecil.

Penyuka seni, bisa berpartisipasi dalam workshop membatik, membuat lukisan dari kain perca, juga bergaya ala Demi Moore dalam film Ghost karena Museum Seni Rupa dan Keramik juga menyiapkan peralatan untuk membuat berbagai seni keramik. Di sela-sela itu, jika lapar menyerang, beberapa kuliner khas siap disambangi.

Semua ini bisa dinikmati hanya sehari saja di acara Batavia Art Festival (BAF) ke-13 di Taman Fatahillah pada Minggu (21/6), sehari sebelum HUT Jakarta ke-482, mulai pukul 09.00-22.00. Menjelang malam, sambil menikmati suasana di kawasan bersejarah dan menikmati makan malam, akan diputar film Doea Tanda Mata dan Cintaku di Rumah Susun pada layar besar di salah satu ujung taman. Di ujung lain, sebuah panggung  milik salah satu TV swasta yang dipinjamkan untuk acara BAF juga siap menggebrak dengan hiburan lain.

Panggung itu sebenarnya digunakan untuk penampilan para penghibur beken seperti Andra and The Backbone, Bunga Citra Lestari, Cinta Laura, Gigi, dll pada HUT Jakarta ke-482 pada 22 Juni pukul 21.00-23.00.

Jika ada yang tertarik jalan-jalan keliling Kota Tua, Komunitas Historia menggelar acara keliling Kota Tua gratis. Syaratnya, peserta mau ikut membersihkan kawasan.  Acara ini dimulai pukul 07.30 hingga sekitar waktu makan siang. Sementara itu Komunitas Jelajah Budaya juga mengadakan tur museum di Kota Tua pada hari dan jam yang bersamaan.

Di sore hari akan ada peresmian Tim Relawan Museum-Kota Tua (TreM-KotA) oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI, Arie Budhiman. Tim itu adalah wadah bagi para relawan untuk museum dan Kota Tua yang sifatnya umum. Khususnya untuk menyalurkan hobi dan kecintaan pada kawasan bersejarah itu.

Kepala Museum Sejarah Jakarta (MSJ) Rafael Nadapdap mengatakan, beberapa tahun belakangan BAF digelar dua kali setahun namun untuk tahun ini anggaran dikurangi hingga BAF hanya bisa tampil sekali saja.

Batavia Art Festival kali ini dibikin agak berbeda. Jika pada tahun-tahun sebelumnya tak ada permainan edukatif bagi anak-anak maka tahun ini kebutuhan akan itu terpenuhi. Festival ini diharapkan semakin menemukan benang merah antara nama dan isi, yaitu lebih mengangkat akar budaya yang memengaruhi perjalanan Jakarta.

Setidaknya festival ini bisa menjadi contoh buat acara-acara senada yang digelar Kotamadya Jakarta Barat, Festival Kota Tua,  atau acara yang digagas Dinas Pariwisata DKI (sebelum digabung dengan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI) Atraksi Wisata Kota Tua yang belum menemukan konsep agar lebih sesuai dengan nama acara. Kesannya jadi asal ada, asal menggagas. Tengok saja Festival Kota Tua yang sangat kental sebagai program yang asal ada. Bagaimana tidak asal ada, jika setiap gelaran lebih menonjolkan panggung dangdut. Jakarta Barat menyimpan warisan budaya dan kesenian yang kaya. Apa susahnya melakukan penelitian sederhana sebelum sampai pada penentuan akan dibikin apa Festival Kota Tua. Apa yang bisa jadi daya tarik, kekuatan, ciri khas festival itu, sekaligus mengangkat Jakarta Barat.

Bukan bermaksud mengajari, tapi alangkah cantik jika setiap tahun, Festival Kota Tua dibikin bertema per  kawasan. Misalnya, kawasan Roa Malaka atau Tamansari, apa saja yang bisa diangkat dari kawasan itu. Menggali sejarah kawasan dan menjadikannya sebagai kekuatan berbeda di tiap penampilan. Memang harus kerja sedikit lebih, agar tak menciptakan citra monoton dan membosankan. Atau, jangan terlalu tinggi menamakan sebuah pergelaran dengan nama festival tanpa paham maknanya.
Comments
Search RSS
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >