|
Pulau Onrust paling mudah ditempuh dari Muara Kamal
yang hanya berjarak 14 km dan dapat ditempuh selama 20 menit saja.
Cobalah ikut dengan rombongan pemancing yang sering berkumpul di Muara
Kamal untuk menaiki perahu sewaan yang mengantarkan ke pulau ini.
Ongkosnya pun hanya sepuluh ribu rupiah.
Onrust menurut bahasa Belanda berarti tanpa
istirahat. Pulau Onrust memang punya sejarah yang panjang, terutama
berkaitan erat dengan sejarah Jakarta tentunya. Letaknya yang tidak
jauh dari daratan Jakarta harusnya membuat Pulau Onrust memiliki daya
tarik tersendiri dari sisi sejarah. Apalagi pulau ini sudah ditetapkan
sebagai taman arkeologi oleh Gubernur DKI Jakarta.
Sejak penjajahan bangsa Belanda di Indonesia, Pulau
Onrust menjadi pulau yang sangat strategis sekaligus sangat sibuk.
Onrust yang memiliki nama lain sebagai Pulau Kapal memang senantiasa
sibuk disinggahi kapal-kapal VOC. Selain itu Pulau Onrust menjadi
markas Belanda yang penting untuk menyerang daratan Jakarta.
Melihat pentingnya Pulau Onrust, Inggris tahun
1803-1810 menggempur pertahanan Belanda. Serangan terakhirnya yang di
pimpin Admiral Edward Pellow berhasil menghancurkan sarana dan
prasarana Pulau Onrust. Belanda tidak mau menyerah, karenanya tahun
1848, Pulau Onrust menjadi pangkalan armada laut kerajaan ini.
Sayangnya tahun 1883, gelombang Tidal yang diakibatkan oleh meletusnya
Gunung Krakatau membuat Pulau Onrust kembali luluh lantak. Alih-alih,
Pulau ini kemudian diubah fungsinya menjadi karantina haji di tahun
1911.
Dimasa kemerdekaan Pulau Onrust dijadikan rumah
sakit karantina bagi penderita penyakit menular. Juga pernah
dimanfaatkan sebagai penampungan gelandangan dan pengemis juga latihan
militer. Tahun 1968 Pulau Onrust dijajah habis-habisan sehingga
bangunan-bangunan bersejarah lenyap menyisakan puing-puing saja.
Setelah itu Pulau Onrust menjadi sepi. Onrust yang
berarti sibuk, harusnya tidak pantas disandang pulau ini. Walaupun
sekarang pulau ini sepi, jejak-jejak kesibukannya masih bisa
ditelusuri. Beberapa bangunan masih tersisa dan masih dapat
dimanfaatkan sebagai penginapan. Sisanya adalah bekas-bekas fondasi
bangunan yang menyisakan kepiluan yang menyesakkan. Di Pojok Pulau
masih dijumpai pekuburan Belanda dimana jasad Maria dikuburkan. Maria
sangat dikenal karena ia satu-satunya penghuni kuburan ini yang masih
bisa dilacak keberadaannya melalui prasasti yang ditinggalkan. Konon,
gadis Belanda yang meninggal muda di Hindia Belanda masih menampakkan
sosoknya di malam hari.
Saya membayangkan kalau Pulau Onrust dipugar atau
setidaknya direkontruksi. Saya yakin, bangunan-bangunannya akan mampu
memberi gambaran yang utuh bagaimana kesibukan di Pulau Onrust dulunya.
Juga bagaimana pentingnya pulau yang terabrasi oleh gelombang lautan
ini bagi kerajaan Belanda dulunya. Juga babak-babak penyerangan ke
daratan Jakarta yang membuat Belanda makin menancapkan kuku-kukunya
negeri ini. Tapi apalah daya, itu hanya bisa saya bayangkan saja.
Pemerintah kita nampaknya tidak pernah mau serius pada masa lalunya dan
tidak peduli dengan pelajaran sejarah serta pentingnya masa lalu. Maka
jadilah sejarah mati di Pulau Onrust.
Sumber : http://kepulauanseribu.multiply.com/
|
By: Mike (Guest ) on 14-10-2008 11:04, 11:04
kira2 siapa yah yang mau membiayai diriku kesana?
hahahahaha
» Reply to this comment...