You are here >Home arrow Kuliner arrow Kuliner-Lokal arrow Menu Melayu Bung, bukan Masakan Padang
Sun 26 May 2013

Menu Melayu Bung, bukan Masakan Padang

Ditulis oleh arief   
Senin, 07 September 2009
ImageSalah satu menu yang bisa menjadi pilihan Anda untuk buka puasa adalah Gulai Ikan Sale dan Sayur Daun Ubi Tumbuk. Pernahkah Anda berfikir Makanan dari mana ini?

Ya itu adalah sebagian menu yang ditawarkan jika Anda berkunjung ke Sari Melayu Resto. Resto bernuansa tradisional ini terletak di kawasan Gandaria, lebih tepatnya di Jalan KH Ahmad Dahlan No 21 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, atau di depan SMA Lab School.


Mengusung tema Melayu Medan, resto ini menyajikan beragam menu khas melayu. Dari sekian banyak menu, Gulai Ikan Sale dan Daun Ubi Tumbuk-lah yang paling banyak dipesan pengunjung.

Gulai Ikan Sale berbeda dengan gulai pada umumnya, semisal Gulai Kakap. Jika Gulai Ikan Kakap terasa pedas dan manis, Gulai Ikan Sale ini terasa sekali rasa khas ikan asapnya. Kuahnya tidak terlalu kental dan pedas, namun meninggalkan rasa segar dan unik ikan asap di lidah.

Sayur Ubi Tumbuk lain lagi, sayur ini dibuat dari bahan daun ubi yang ditumbuk lantas diberi tambahan bunga kecombrang untuk menambah aroma wangi. Kedua bahan ini pun dimasukkan ke dalam kuah santan yang tidak begitu kental. Daun Ubi Tumbuk ini pas untuk menemani Gulai Ikan Sale saat Anda berbuka puasa.

Ada satu lagi menu andalan di resto ini yaitu Ikan Bilis. Salah satu menu khas melayu ini diolah dari ikan tawar yang diberi potongan cabai hijau dan irisan daun bawang yang ditumis. Ikannya berukuran kecil mirip ikan teri, tapi lebih besar. Tidak seperti ikan teri, ikan bilis ini diambil dari perairan tawar, sehingga rasanya pun tidak asin.

Seorang karyawan yang ditemui Warta Kota beberapa waktu lalu mengungkapkan perbedaan mencolok masakan Melayu, khususnya Melayu Medan, dengan daerah lain, semisal masakan Padang. “Kalau masakan Padang terlalu banyak santan dalam kuahnya, tapi kalau Melayu Medan ini tidak banyak, namun tetap terasa gurih,” tutur Ika (25).

Seorang pengunjung, Yossi (24), menuturkan, “Gulainya unik, ikan asapnya terasa banget, kuahnya pun nggak kental-kental amat.”

Menu istimewa lain dari resto dengan interior etnik ini adalah Jus Martabe. Jus ini patut Anda coba. Rasa buah markisa dan terung belanda yang dikombinasikan mampu menyegarkan dahaga di tenggorokan Anda setelah seharian berpuasa.

Menu khas lainnya adalah Roti Jala, Roti Cane, Udang Cabe Ijo Tumis Pakis. Harga yang ditawarkan bervariasi, namun tetap terjangkau. Untuk satu porsi Gulai Ikan Sale, Anda cukup membayar Rp 12.500, Sayur Ubi Tumbuk Rp 9.000, dan Ikan Bilis Rp 18.000, kemudian nasi putih yang bisa dinikmati tiga orang Rp 5.000.

Pada hari biasa resto ini beroperasi dari pukul 10.00 hingga 21.00. Namun, selama bulan Puasa tempat ini buka mulai pukul 17.00.

 

kompas

Comments
Search
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >