You are here >Home
Jalan-Jalan
Domestik
Lihat Buaya di Balikpapan yuk!
Jalan-Jalan
Domestik
Lihat Buaya di Balikpapan yuk!
Fri
03
Sep 2010
Lihat Buaya di Balikpapan yuk! |
| Ditulis oleh arief | |||||||
| Rabu, 28 Oktober 2009 | |||||||
|
Wisata pantai biasanya menjadi kawasan tujuan wisata jika berkunjung ke
Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Nah, ibarat sambil menyelam minum
air, selain ke pantai Anda juga bisa berwisata dengan menyaksikan
ribuan buaya yang bercengkerama di Penangkaran Buaya Teritip.
Letaknya tak jauh dari Pantai Manggar, yang merupakan salah satu obyek wisata favorit di Balikpapan. Lokasi penangkaran tersebut berada di Jl Mulawarman No 66, Desa Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur. Penangkaran Buaya Teritip hanya berjarak sekitar 28 kilometer dari pusat kota Balikpapan. Penangkaran Buaya Teritip merupakan penangkaran buaya yang memiliki jumlah buaya paling banyak di Kalimantan Timur. Saat ini terdapat lebih dari 1.450 ekor buaya yang ditangkar, terdiri dari buaya muara (Crocodylus porosus) yang paling dominan dan dua jenis buaya langka, yaitu buaya air tawar (Crocodylus siamensis) dan buaya supit (Tomistoma segellly). Ribuan buaya ini ditangkar dalam puluhan kandang di areal seluas 5 hektar. Kandang
buaya dibagi atas 4 kategori, yaitu kategori anakan, penggemukan,
remaja dan induk. Penangkaran ini dikelola oleh pihak swasta yaitu CV.
Surya Raya sejak tahun 1993. Setiap pengunjung dikenakan biaya
Rp.10.000 per orang, dan bisa dikunjungi setiap hari, Senin-Minggu
pukul 08.00-17.00 WITAMelihat buaya melahap makanannya Selama ini buaya dikenal sebagai hewan yang liar, buas, dan berbahaya. Di Penangkaran Buaya Teritip, pengunjung bisa melihat secara dekat gerak-gerik hewan amfibi tersebut. Pengunjung dapat langsung memberikan makan berupa ikan dan ayam hidup kepada buaya yang ditangkar. Saat buaya-buaya berebut makanan, menjadi hal yang menarik perhatian pengunjung. Kalau jadwal pemberian makan buaya hanya dua kali dalam seminggu. Tapi, pengunjung bisa membeli satu ekor ayam seharga Rp 10.000 dan langsung memberikan makan kepada buaya-buaya yang ditangkar. Selain
melihat proses pemberian makan buaya, pengunjung juga bisa menikmati
wisata satwa lainnya, yaitu menunggang dua gajah Lampung yang ada di
kompleks penangkaran buaya. Sebagai suvenir, bisa diperoleh berbagai
cinderamata berbentuk buaya.Bisa makan sate buaya juga lo... Bagi yang hobi berwisata kuliner, di Penangkaran Buaya Teritip juga bisa mencicipi sate buaya yang dijual dengan harga Rp 3.000 per tusuk. Sate buaya dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan. Alat kelamin buaya (tangkur) juga dijual dengan harga Rp 400.000-Rp 700.000. Tapi, penjualan sate buaya, tangkur, minyak buaya, dan lain-lain hanya tersedia di akhir pekan atau hari libur. Tahun
ini pengelola akan mengembangkan fasilitas di kompleks penangkaran
tersebut, di antaranya menyelesaikan pembangunan Rumah Lamin, rumah
adat Kalimantan Timur. Rumah Lamin ini akan dimanfaatkan sebagai tempat
pertunjukan budaya sehingga para pengunjung bisa mendapatkan hiburan
selain melihat buaya.Hanya satu hal yang perlu diingat jika berkunjung ke obyek wisata ini: Jangan abaikan papan-papan peringatan yang dipasang di penangkaran! Salah-salah, bukan ayam yang dilahap sang buaya...Tapi Anda! Hiiiiiii..... Penulis : Inggried Dwi Wedhaswary Sumber: Kompas Foto : Inggried Dwi Wedhaswary, panoramio
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Kandang
buaya dibagi atas 4 kategori, yaitu kategori anakan, penggemukan,
remaja dan induk. Penangkaran ini dikelola oleh pihak swasta yaitu CV.
Surya Raya sejak tahun 1993. Setiap pengunjung dikenakan biaya
Rp.10.000 per orang, dan bisa dikunjungi setiap hari, Senin-Minggu
pukul 08.00-17.00 WITA
Selain
melihat proses pemberian makan buaya, pengunjung juga bisa menikmati
wisata satwa lainnya, yaitu menunggang dua gajah Lampung yang ada di
kompleks penangkaran buaya. Sebagai suvenir, bisa diperoleh berbagai
cinderamata berbentuk buaya.
Tahun
ini pengelola akan mengembangkan fasilitas di kompleks penangkaran
tersebut, di antaranya menyelesaikan pembangunan Rumah Lamin, rumah
adat Kalimantan Timur. Rumah Lamin ini akan dimanfaatkan sebagai tempat
pertunjukan budaya sehingga para pengunjung bisa mendapatkan hiburan
selain melihat buaya.



