You are here >Home
Kuliner
Kuliner-Lokal
Serem....Nasi Uduk Kuntilanak
Kuliner
Kuliner-Lokal
Serem....Nasi Uduk Kuntilanak
Sat
13
Mar 2010
Serem....Nasi Uduk Kuntilanak |
| Ditulis oleh arief | |||||||
| Senin, 02 November 2009 | |||||||
|
Kuntilanak ternyata bisa sangat menguntungkan buat para pekerja yang
bekerja malam hingga dini hari. Percayalah, kuntilanak yang satu ini
enak, renyah, empuk dan enak buat ngisi perut yang keroncongan. Loh?
Jangan salah sangka dulu deh, kuntilanak yang ini memang cuma istilah
salah satu warung di kawasan Pasar Menteng Pulo, Jembatan Merah,
Jakarta Pusat.
Pasalnya, warung makan yang tidak terlalu besar tempatnya ini, baru buka ketika "orang normal" sudah pada tidur, yakni jam 12 malam sampai jam 6 pagi. Kami coba-coba menyambangi sebelum jam 12 malam, terpaksa gigi jari harus menunggu lantaran belum semua masakan matang. Ternyata warung milik Endang termasuk benar-benar menjaga jam bukanya. Pada waktu-waktu tersebut ia justru membuka warung nasi uduk miliknya. Bagi warga sekitar dan para langganan, warung nasi uduk milik Endang ini dikenal dengan julukan Nasi Uduk "Kuntilanak". Makanan yang dijual di warung tersebut adalah nasi uduk lengkap dengan
lauk-pauknya, seperti empal, paru, telor, tempe, tahu, semur jengkol,
ikan tongkol, dan sebagainya. Tidak ketinggalan, jeruk dan teh manis
hangat menjadi pilihan minumannya.Warung sudah berdiri sejak tahun 1971. Orang yang pertama kali mengelola warung adalah ibunda Endang, yang masih turut serta mengelola warung hingga saat ini. "Nasi uduk ama beberapa lauk yang masak ibu kok," jelasnya kepada kami. Soal pembeli, Endang mengaku bahwa sebagian besar adalah laki-laki. Pembeli wanita biasanya hanya datang pada waktu-waktu tertentu. Tidak itu saja, sebagian besar pembeli merupakan pelanggan setia yang sudah berulang-kali mampir di warung tersebut. Sangking seringnya, Endang bahkan dapat membedakan pelanggan yang kerap berganti-ganti pasangan. Kabarnya, beberapa kru stasiun televisi dan wartawan yang kerap liputan hingga dini hari, menjadi langganan tetap nasi uduk kuntilanak ini. Diakui juga oleh Endang, beberapa pelanggan setia tersebut biasanya memiliki susunan menu yang khas. Seorang pelanggan yang juga bekerja sebagai pembawa acara misteri di sebuah stasiun televisi swasta, misalnya, memiliki menu tetap yang terdiri dari nasi uduk, telor ceplok, dan tempe bacem. Berjualan yang dilakoninya pada tengah malam hingga pagi hari memberikan kenangan suka dan duka pada dirinya tersendiri. Di sisi suka, Endang mengaku bahwa masakannya selalu nyaris terjual habis. Sedangkan dukanya, ia mengaku harus begadang setiap hari. Untuk itu, ia selalu mengonsumsi minuman berenergi. Tidak hanya suka dan duka saja, waktu kerja yang berlangsung pada
tengah malam hingga pagi hari memaksa Endang untuk memiliki cara-cara
tertentu dalam melayani pembeli. Sebab, tidak tertutup kemungkinan
terdapat pembeli yang memiliki niat tidak baik. Oleh karena itu, logat
Betawi yang kental pun menjadi salah satu ciri khasnya saat melayani
pembeli. Ditambah lagi dengan postur tubuhnya yang relatif gemuk dan
suara agak nge-bass.Meski demikian, Endang bersyukur bahwa hingga saat ini warungnya tidak pernah mengalami gangguan tertentu, seperti pencurian atau perampokan. Hal yang dirasakan cukup sulit hanyalah pada saat turun hujan. "Kalo hujan, yang beli pasti sepi deh," paparnya. Soal harga, dijamin tidak bakal membuat kamu-kamu "menjerit" kemahalan. Kalau hanya punya uang 10 ribu pun, kamu sudah bisa menikmati makanan yang membuat perut kamu sedikit membuncit. Jadi, siapa bilang kuntilanak itu selalu menakutkan? Sumber : liburan.info
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Makanan yang dijual di warung tersebut adalah nasi uduk lengkap dengan
lauk-pauknya, seperti empal, paru, telor, tempe, tahu, semur jengkol,
ikan tongkol, dan sebagainya. Tidak ketinggalan, jeruk dan teh manis
hangat menjadi pilihan minumannya.
Tidak hanya suka dan duka saja, waktu kerja yang berlangsung pada
tengah malam hingga pagi hari memaksa Endang untuk memiliki cara-cara
tertentu dalam melayani pembeli. Sebab, tidak tertutup kemungkinan
terdapat pembeli yang memiliki niat tidak baik. Oleh karena itu, logat
Betawi yang kental pun menjadi salah satu ciri khasnya saat melayani
pembeli. Ditambah lagi dengan postur tubuhnya yang relatif gemuk dan
suara agak nge-bass.




