You are here >Home arrow Jalan-Jalan arrow Domestik arrow Pulau Sumba yang Cantik
Tue 16 Mar 2010

Pulau Sumba yang Cantik

Ditulis oleh arief   
Rabu, 09 Desember 2009
ImageSumba terkenal dengan kuda-kudanya yang cantik dan padang rumput yang hijau. Jalan aspal yang mulus dari Bandara Tambolaka menuju Waikabubak, ibu kota Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, mata kami dimanjakan dengan pemandangan padang rumput dan tanaman berwarna hijau, berpadu dengan kawanan kerbau dan kuda yang digembalakan oleh tuannya. Jangan heran kalau tiba-tiba mobil harus berhenti karena ada kerbau atau kuda yang menyeberang jalan.

Sayangnya, kehidupan modern itu hanya berhenti di jalan raya penghubung antarkabupaten. Jika kita masuk ke wilayah yang lebih dalam, yang ditemui adalah rumah-rumah tradisional berdinding bambang dan beratap ilalang. Di bawah rumah, masyarakat menyimpan ternak-ternaknya, seperti babi, kambing, dan ayam. Masyarakat Sumba sering menyebutnya rumah menara.

Kehidupan masyarakat yang masih sederhana itu ditambah lagi dengan kurangnya fasilitas air bersih. Pasokan air bersih dibagikan oleh truk-truk yang datang dari ibu kota kabupaten ke wilayah pedesaan. Puluhan jeriken air mengantre di setiap penampungan air.

Orang tua, muda, dan anak-anak menjinjing jeriken yang sudah penuh air bersih, berjalan menuju ke rumah masing-masing. Situasi itu tampak di pelosok Kabupaten Sumba Barat Daya.

Tingkat sosial sebuah keluarga bisa dilihat dari banyaknya ternak yang dimiliki. Meski kondisi rumah yang masih tradisional, kehidupan sehari-sehari yang miskin, tetapi sebuah keluarga dianggap kaya jika mempunyai ternak yang banyak.

Masyarakat Sumba terbiasa menyimpan tanduk hewan yang dipotong dalam acara-acara pesta, seperti pernikahan dan upacara adat.

Misalnya, sebuah rumah di Kecamatan Loli, Sumba Barat, yang penuh dengan tanduk kerbau. Ratusan tanduk kerbau dipasang di sekeliling rumah sebuah keluarga. Dari banyaknya tanduk kerbau yang dipasang itu, masyarakat menganggap bahwa pemilik rumah itu adalah orang kaya. (Susi Berindra)



Editor: made
Sumber: Kompas.com
Comments
Search RSS
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Advertisement