| By dakomi,
on 20-08-2008 07:05, 07:05
|
Views : 279  |
Bagaimana memadukan dua selera makanan yang berbeda? Tanyakan pada pasangan Darius Sinathrya dan Donna Agnesia. Keduanya suka olah raga bahkan sampai sekarang menjadi presenter beberapa acara olah raga,namun soal makanan masing-masing ternyata memiliki favoritenya sendiri-sendiri
Donna, kelahiran Jakarta 8 Januari 1979 di Jakarta, suka masakan
Sunda dan makanan tradisional Indonesia lainnya. Tapi Darius, sang
suami, meski tinggal lama di Yogyakarta, selera makanannya cenderung
bule. “Saya suka pasta, pizza, dan makanan-makanan Eropa,” ujar
kelahiran Swiss 21 Mei 1985 itu.
Memang Darius tidak menolak makanan
Indonesia, bahkan beberapa menjadi favoritnya, sebutlah gudeg,
tongseng, sate padang, dan lain-lain. Tapi pria yang pernah membintangi
beberapa sinetron seperti Gatotkaca, Hantu Jatuh Cinta dan Bukan Salah
Bunda Mengandung, serta berakting dalam film Naga Bonar (Jadi) 2,
D’Bijis, Pocong 3, Akhir Cinta, dan Love ini, banyak daftar
pantangannya. Di antaranya adalah ikan. “Saya tidak suka baunya yang
amis,” tukas pemilik tubuh atletis yang suka masak itu.
Dan
itulah menjadi PR Donna ketika harus jalan bareng mencari makanan.
Meski Donna yang banyak inisiatif, ia harus pandai-pandai memilih
restoran atau kafe yang sajiannya bisa untuk memenuhi selera mereka
berdua. Tidak hanya berdua sebetulnya, sebab pasangan yang menikah pada
30 Desember 2006 sudah dikaruniai seroang putra (lahir 28 Juni 2007,
dan diberi nama Lionel Nathan Sinathrya Kartoprawiro).
Bagi Donna,
soal makan jelas bukan suatu kendala, justru berwisata kuliner menjadi
rekreasi tersendiri di tengah-tengah kesibukannya bekerja. “Untungnya,
saya orangnya ‘pemakan segala’, sehingga bisa menyesuaikan diri dengan
selera keluarga,” ujar mantan model yang fasih berbicara soal tim-tim
sepak bola dunia itu.
Selera yang berbeda juga bukan
halangan untuk saling mendekatkan diri satu sama lain. Bahkan keduanya
mempunyai kesukaan yang sama terhadap bberapa jenis makanan, di
antaranya adalah fondue – makanan berbahan keju yang cara penyajiannya
sangat unik. “Bentuknya indah, dimakannya juga enak, ada sensasinya,”
ujar Donna yang diamini oleh Darius. Bahkan itulah sebagian kenangan
ketika mereka berbulan madu ke Swiss.
Sumber: Appetitejourney.com
|
|
|
By: ikecute (Registered ) on 20-08-2008 13:49, 13:49
» Reply to this comment...