Taman Buah Mekarsari meresmikan varietas buah terbaru bernama
Nangkadak. Buah ini merupakan hasil perkawinan nangka (betina) dan
cempedak (jantan).
Peresmian ini juga dihadiri oleh peserta
International Society for Horticultural Sciences (ISHS) yang sedang
melakukan International Simposium on Tropical and Sub Tropical Fruit.
Mereka merupakan para ahli botanical dari 26 negara . "Nangkadak adalah
persilangan nangka dengan cempedak, selain lebih manis, buah ini tumbuh
sepanjang tahun, dan dapat mulai dipanen setelah berumur 2 tahun," kata
Manager Taman Buah Mekarsari Hari Tanjung, usai peresmian di Kebun buah
Nangkadak, Mekarsari, Bogor, Kamis (6/11). Nangkadak pun
mempunyai keunggulan kombinasi dari indukannya sehingga lebih ekonomis
untuk dikembangkan oleh para petani, karena menurut Hari, dalam dua
tahun setelah ditanam dari biji, nangkadak sudah berbuah dan bisa
dipanen dengan sekitar 50 buah per pohon. Padahal nangka biasa berumur
6 tahun baru berbuah. Pohon yang tingginya hanya sekitar 3 meter
ini, menghasilkan buah sebesar 2-3 kg, lebih kecil dari nangka tapi
lebih besar dari cempedak. Rasanya pun sangat manis dengan daging buah
yang tebal dan biji yang kecil. Selain itu daging buahnya pun berwarna
kuning terang seperti cempedak. "Buah ini terlihat cantik dengan pohon
pendek, buah yang dihasilkan banyak," tambah Hari. Menurut
Suresh, yang mencicipi nangkadak, rasa buah ini hampir mirip dengan
nangka namun, memiliki tekstur daging yang lebih lembut. "Rasanya
sangat manis dibanding buah yang saya temui dan rasakan dari negara
lain" kata peserta ISHS asal India itu.
|