Woodbury, Surga Belanja Para Shoppers Seluruh Dunia! |
| Ditulis oleh Mubarika Darmayanti | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Rabu, 04 Juni 2008 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Kesempatan Emas tersebut, saya dapatkan awal Januari 2005 lalu, saya bersama Dyah Lestarina (Creative Director) mendapat “mandatori” dari kantor tempat saya bekerja, Feminagroup, untuk mengikuti Media Advertising workshop & training session di Time Inc. NYC.
Jalan bareng dengan Mas Buyung dan Virna benar-benar merupakan “added value” tersendiri, selain bisa nebeng mobil Ford Escape mereka yang lapang (sangat luas untuk menaruh shopping bags yang banyak), saya ngga perlu repot-repot menyediakan uang tol karena plat mobil mereka CD (plat kedutaan), dan yang paling penting adalah ngga perlu bayar tax alias pajak 21% saat kita belanja. Wah, bayangkan saja berapa besar savings belanja kita!
Luas Woodbury outlet mall sekitar 5 kali luas Ciwalk shopping center-Bandung , model bangunan outlet shopping-nya ya seperti ciwalk gitu. Hanya saja setiap bangunan representing 1 brand designer/produk original terkenal nomor wahid dunia seperti Burberry, GUCCI, Dior, Prada, LV, Donna Karan, hingga brand/produk yang lebih umum seperti Kate Spade, Nine West hingga Guess dan Esprit.
Harganya? Jangan ditanya! Sebagai ilustrasi, saya membeli tas casual Burberry hanya seharga USD112, tas tipe tersebut baru masuk Singapore Desember 2006, harganya menjadi USD396, dan yang pasti dan utama adalah menang gaya di jakarta (sempat dilirik dan ditawar-beli oleh teman-teman),... wow!
Wisatawan yang paling disambut ramah adalah wisatawan Jepang dan Korsel, karena memang Shopaholic sejati.... Barang belanjaan favorit mereka adalah the whole series of LV dari dompet hingga koper yang ukurannya bisa memuat manusia... Benar-benar Surga Belanja.
Selain itu, berada di Woodbury bisa membuat saya lupa waktu. Dari jam 10 pagi, kami berempat baru lunch jam 3 siang, dan baru balik ke NYC jam 6.30 sore. Di hotel tempat kami menginap, Roger Smith Hotel di 501 Lexington Avenue (tengah kota NYC), saya baru sadar bahwa kedua tangan saya pegal luar biasa karena membawa begitu banyak shopping bags...
Nah, kalau sudah begini, langsung kangen dengan lulur traditional massage di Jakarta. Home sweet Home.
Writen by: Mubarika Darmayanti Admax Network Sales Manager
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|









