Bak mengalami transformasi, Macau semakin "membuka" diri buat para
travelers di seluruh dunia, terutama Asia. Macau yang merupakan negara
bekas jajahan Portugis, meninggalkan banyak bangunan menarik untuk
dijadikan objek wisata. Namun tentu saja yang bikin Macau terkenal
adalah wisata judinya. Konon akan jadi yang terbesar di dunia sejak The
Venetian® Macau Resort Hotel dibuka akhir Agustus 2007.
Sekarang begitu banyak jalan menuju Macau. Dari Jakarta Anda bisa
langsung naik pesawat dengan tujuan Macau. Namun, bisa juga lewat
Hongkong. Jakarta-Hongkong ditempuh dalam waktu 4,5 jam. Perjalanan
dilanjutkan dengan menggunakan bis atau taksi menuju pelabuhan ferry
Shun Tak. Dengan membayar tiket seharga 138 dollar Hongkong. Anda akan
diantar ke Macau selama kurang lebih 45 menit.
Membawa Kota Venesia ke Asia
Dan, buat Anda yang ingin sekali melihat dan merasakan suasana kota
Venesia, tak perlu jauh-jauh lagi ke Italia. Di Macau Anda bisa
merasakannya. Tak percaya? Coba saja datangi The Venetian® Macau Resort
Hotel. Hotel yang bangunannya seluas 56 kali lapangan rugby di Amerika
ini, merupakan replika landmark dari kota Venesia, lengkap dengan
St.Mark Square, the Doge's Palace, Campanile Tower, indoor canal dengan
gondola serta para gondoliernya. Menakjubkan!
The Venetian®
Macao memiliki 3000 kamar suite. Lantas mega resor ini memiliki kasino
terluas di dunia, kurang lebih 50.773,4 m2 dengan 6.000 mesin dan 800
meja judi. Kemudian ada 350 toko retail dengan brand internasional di
tanah seluas 92.900 m2, 30 fine dining resto, spa and wellness center,
dan lain-lain. Selain wisata belanja dan judi, yang menarik dan akan
jadi salah satu tujuan orang datang ke Macau khususnya ke mega resor
The Venetian® Macao ini adalah fasilitas exhibition hall dan stadium
yang bisa jadi terbesar di dunia.
Sheldon G.Andelson, orang nomor 6 terkaya di dunia yang merupakan CEO
Las Vegas Sands Corporation yang menguasai bisnis perjudian di Amerika
dan juga Asia, punya keinginan lain saat membangun The Venetian® Macao
di kawasan resor terpadu di daerah Cotai Strip ini. Ia berharap setiap
orang yang datang ke Macau, tak hanya bersenang-senang berjudi, namun
juga berbisnis di sini. Makanya ia membangun convention dan exhibition
hall yang total luasnya kurang lebih 1 juta square feet yang dibagi
menjadi dua lantai. Selain itu, ia bangun juga stadium internasional
dengan kapasitas tempat duduk 15,000 dan theater berkapasitas 18,000
tempat duduk.
Untuk stadium, di bulan Oktober sudah di booking
untuk acara pertandingan bola basket Amerika, NBA. Dan di bulan
November akan ada pertandingan The Venetian® Macao Tennis antara
petenis nomor satu dunia, Roger Federer dan Pete Sampras. Stadium ini
bisa diubah menjadi arena pertandingan untuk olah raga apapun. Mulai
dari tenis hingga ice skating bertaraf international.
Wajah Macau yang Lain
Macau tak cuma The Venetian® Macao Resort & Hotel yang memang akan
jadi "jantungnya” entertainment and business center di kawasan Cotai
Strip. Namun, Macau lama dengan bangunan peninggalan jajahan Portugis,
tetap menarik buat dilihat.
Senado Square
Ini dia pusat atau alun-alun kota Macau. Mulai dari warna dan
arsitektur bangunannya masih sangat terasa Portugisnya. Jalan-jalan
kecil dengan bangunan berbatu dengan beberapa gereja lama yang tersebar
di sana-sini, bikin tempat ini menarik. Berbagai toko dan resto
berpusat di sini. Mulai dari toko lokal hingga berbagai merek
internasional tersebar di sana-sini, seperti Mango, Quick Silver,
Starbucks hingga Mc Donald.
Ruins Of St. Paul
Letaknya di belakang Senado Square. Inilah ikonnya kota Macau. Belum
afdol jika Anda tak mengunjungi gereja St.Paul yang bangunannya tinggal
tersisa fasad bagian depan, karena hancur terbakar jaman dulunya. Di
belakang fasad, terdapat museum yang bisa dimasuki secara gratis.
Museum ini buka dari pukul 09.00 - 14.00.
Museum Of Macau
Tepat di samping kanan Gereja St. Paul terdapat taman kota yang akan
mengantar Anda ke Museum of Macau yang letaknya berada di atas. Sebelum
Anda mencapai museum, akan menemui benteng terlebih dahulu. Dari sini
Anda akan dapati pemandangan cantik ke alun-alun Senado Square. Bak
serasa di Eropa.
Sumber: Majalah Tamasya
|