Menikmati Air Panas Holl Sulamadaha |
|
Ditulis oleh Ari
|
|
Rabu, 10 Juni 2009 |
 Sulamadaha, sebuah perkampungan di ujung utara pulau Ternate,
memang menyimpan banyak potensi tempat wisata. Selain memiliki pantai
yang memang menjadi tempat paling favorit di Kota Ternate, Maluku
Utara, kawasan tersebut juga memiliki Holl (sebutan warga lokal untuk
tanjung dalam bahasa Melayu) yang tak kalah menariknya dengan Pantai
Sulamadaha itu sendiri.
Tak jarang banyak pengunjung yang belum mengetahui lokasi ini.
Berwisata ke Pantai Sulamadaha tak lengkap jika tak mampir ke sana.
Sebuah tanjung kecil di bagian utara Pantai Sulamadaha ternyata
memiliki nilai wisata yang luar biasa. Banyak yang ditemukan, selain
hanya sekadar refreshing melepaskan penat dengan rutinitas keseharian.
Holl memang tidak seluas Pantai Sulamadaha, namun keberadaanya yang boleh dibilang tersembunyi ini banyak dikunjungi wisatawan.
Apa
saja daya tarik dari objek wisata yang terkenal dengan pasir putihnya
ini? Selain karena pasirnya yang putih dan merupakan satu-satunya
pantai berpasir putih di Ternate, juga karena airnya yang hangat dan
tidak asin layaknya air laut. Berendam berjam-jam di sini meski di
waktu malam, dijamin tidak akan merasa kedinginan.
Bagi yang
sering datang, mereka biasanya akan langsung menggali pasir pantai
membentuk bak mandi untuk berendam. Memang hawa air di pasir sedikit
lebih hangat dibandingkan yang sudah bercampur dengan air laut.
Hangatnya
air di Holl diduga berasal dari aliran kawah Gunung Gamalama. Lokasinya
yang berada di kaki Gunung Gamalama yang terhitung masih aktif memang
memungkinkan untuk itu.
Pengunjung juga bisa menikmati indahnya
terumbu karang yang masih natural dan agak berbeda karena merupakan
batuan vulkanik dari gunung yang ada hubungannya dengan bebatuan di
kawasan Batu Angus yang tak jauh dari pantai itu. Beragam jenis ikan
hias bisa dinikmati tanpa perlu menyelam karena airnya dangkal hanya
sebatas paha orang dewasa.
Saat melintas masuk menuju ke
tanjung, dari ketinggian tersaji indahnya pemandangan laut dan Gunung
Hiri. Air panas terdapat di sebelah barat atau paling ujung dalam
tanjung. Akses untuk menuju ke lokasi ini bisa ditempuh melalui jalur
laut dengan motor tempel maupun jalan darat. Untuk menempuh lewat jalur
laut, wisatawan harus mengeluarkan uang Rp10 ribu untuk menyewa jasa
angkutan motor tempel itu. Namun kebanyakan dari mereka lebih memilih
melalui jalan darat karena mudah ditempuh dan banyak alternatif pilihan
mulai ojek, angkot, hingga mobil sewaan.
Tapi, meski tidak
mengeluarkan ongkos yang besar, namun untuk menuju ke sana wisatawan
harus melewati tanjakan bebatuan. Memang ada jalan setapak yang
dibangun oleh Pemkot, namun infrastruktur jalan yang dibangun itu tidak
mencapai lokasi. Berbeda dengan jalur laut yang hanya beberapa menit,
melalui jalur darat sendiri memakan waktu cukup lama.
Di lokasi
itu juga tersedia fasilitas yang disewakan warga sekitar kepada
wisatawan yang datang. Seperti perahu, kacamata renang, hingga bantal
renang yang terbuat dari ban dalam truk. Fasilitas penunjang seperti
warung-warung yang menjajakan aneka makanan kampung pun tersedia.
"Secangkir
aer guraka (air jahe yang dimasak campur dengan gula aren dan taburan
kenari) plus pisang dan goreng, cukup mendatangkan rasa hangat di badan
bagi anda yang datang sekadar ingin menikmati panorama alam sekitar,"
ujar Hasan, salah seorang pengunjung.
Di sini pula, indahnya pulau Halmahera di bagian timur pantai yang membentang tepat di depan dari ujung utara hingga selatan. "Sunrisenya
paling indah saat metari muncul di ufuk dari balik gunung Jailolo di
Halmahera," ujar pria paruh baya yang datang bersama keluarganya itu.
|