 MENYIAPKAN menu untuk makan pagi tak perlu
repot-repot dengan menu yang berat. Menu siap saji, seperti mi pun bisa
menjadi pilihan. Praktis, tetapi tetap sarat gizi. Makan pagi,
aktivitas ini sering kali malas dilakukan. Banyak alasan orang
meninggalkan makan pagi atau sarapan ini.
Bangun kesiangan, buru-buru karena berangkat pagi, hingga tak
sempat menyiapkan menu untuk sarapan. Padahal, sarapan pagi ini wajib
hukumnya karena menjadi bekal awal tubuh menghadapi aktivitas yang
padat pada siang hari. Bagaimana tubuh dan otak kita bisa bekerja aktif
dan optimal jika tidak diberi asupan energi dari sarapan pagi.
Dengan
sarapan, kita memiliki bekal awal untuk memantapkan tubuh, otak, dan
mental dalam menghadapi aktivitas pada siang hari. Berdasarkan sebuah
penelitian yang dilakukan Farmhouse Breakfast Week, setiap orang yang
bergerak di bidang bisnis akan memeroleh kemampuan decisionmaking lebih
baik jika sarapan pagi.
Survei yang diikuti 4.166 pengusaha asal
Inggris itu menunjukkan, sekira 34 persen responden mengaku sulit
memulai pekerjaan dengan baik karena perut masih kosong. Berdasarkan
hasil penelitian lebih lanjut diketahui mereka adalah pengusaha yang
lebih mementingkan pekerjaan ketimbang kesehatan diri sendiri.
Adapun
menurut Psikolog Ros Taylor dari Inggris, pengusaha yang tidak sarapan
pagi akan rugi besar. Sebab, sarapan pagi diibaratkan sebagai energi
yang mampu membuat otak jauh lebih fokus dan konsentrasi. Lalu
bagaimana dengan kalangan bukan pengusaha? Jawabannya tetap sama, siapa
pun Anda, sarapan pagi tetap penting dan harus dilakukan.
Tidaklah
salah jika sarapan pagi menjadi waktu makan yang paling penting
sepanjang hari. Makan pagi tidak mengenal pekerjaan Anda, apakah
karyawan, pengusaha, pejabat, atlet, pelajar, mahasiswa, ataupun ibu
rumah tangga serta aktivitas lainnya. Selain berpengaruh pada
kesehatan, sarapan pagi juga memiliki keterkaitan dengan moral kerja.
Menurut
survei Food and Mood Project, sebanyak 88 persen dari total 200
responden mengakui bahwa makanan yang tepat akan berpengaruh bagi
kesehatan mental. Sementara 26 persen sisanya menyebut sarapan pagi
membuat mereka mengalami perubahan mood ke arah yang lebih baik.
Seorang
peneliti dari Food and Mood Project Amanda Geary mengatakan temuan ini
akan mengubah pandangan orang tentang diet. Sebab, selama ini diet
kerap menjadi alasan seseorang meninggalkan sarapan pagi. Padahal, yang
terjadi adalah hal kebalikan, yakni tubuh yang sehat bisa terjadi
dengan sarapan yang baik. Dengan sarapan pagi, Anda dijamin akan
mendapatkan banyak manfaat kesehatan.
Mulai energi yang baru
pada pagi hari sampai dengan manfaat kesehatan jangka panjang. Sarapan
pagi juga diyakini mampu meningkatkan metabolisme tubuh dan memberi
otak Anda bahan bakar untuk meningkatkan konsentrasi.
Mi yang Sarat Gizi
Biasanya,
kita kerap mengidentikkan sarapan pagi dengan mengonsumsi nasi sehingga
sering menjadi alasan jika perut kita tidak menerima nasi pada pagi
hari. Padahal, peran nasi pada sarapan pagi dapat digantikan dengan
makanan alternatif lainnya. Seperti roti, kentang, sereal, mi, dan
karbohidrat lainnya.
Anda bisa memilih menu sarapan pagi praktis
sesuai dengan selera. Hal penting yang harus diingat adalah sarapan
sehat sebaiknya mengikuti pola makan seimbang, yakni komposisi
karbohidrat 60 -68 persen, protein 12-15 persen, lemak 20-25 persen,
dan serat 10-15 gram. Selain itu, porsi sarapan juga minimal mencapai
20 persen hingga 25 persen dari total jatah kalori selama satu hari.
Karena
itu, kita harus memahami nilai gizi apa saja yang dikandung makanan
yang akan kita konsumsi. Tubuh kita sangat membutuhkan zat gizi yang
terdiri atas karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, air, dan
zat makanan nongizi.
Jika Anda memutuskan mengonsumsi mi sebagai sarapan pagi, Anda pun harus memperhatikan kandungan gizi mi tersebut.
Secara
umum, kita dapat menilai mi instan berkualitas baik dari beberapa
kriteria, yaitu mi bersifat kenyal dan tidak mudah putus, daya serap
airnya rendah, memiliki daya simpan lama, serta selalu menggunakan
bahan baku yang alami dengan mutu terbaik.
Sebagai makanan
populer dimakan sehari-hari, mi instan Indomie memiliki kandungan gizi
yang cukup lengkap, yaitu energi, protein, vitamin A, C, B1, B6, B12,
Niasin, Asam Folat, Pantotenat, Mineral Besi dan Natrium.
Untuk
mi instan Indomie terbuat dari terigu Bogasari yang bermutu tinggi.
Dengan begitu memiliki kandungan protein (gluten) paling tinggi karena
terigu tersebut sudah difortifikasi dengan zat besi (Fe), Zinc (Zn),
Vit B1, B2, dan Asam Folat.
Dalam mi instan Indomie, protein
yang dominan adalah protein gandum yang kaya asam amino glutamate dan
glutamin. Sedangkan kandungan lysin sangat sedikit.
Untuk
memperkaya mutu protein, Indomie bisa dicampur dengan protein hewani
seperti telur, daging, ayam, keju, dan lain-lainnya. Kita juga bisa
menambahkan sayuran seperti sawi hijau, kangkung, wortel, dan
lain-lainnya. Adapun Indomie blok mi dan bumbu bersifat kering. Artinya
jumlah air yang tersedia rendah sehingga mikroba sulit tumbuh.
Pembuatan
Indomie blok mi ini dilakukan secara higienis dan tidak menggunakan
bahan pengawet apa pun. Saat memasak Indomie, kita juga tidak perlu
membuang air rebusan pertama Indomie karena mengandung pati dan minyak,
yang membuat Indomie terasa lezat.
Mi instan mengandung minyak
karena proses pembuatannya digoreng dalam suhu tertentu. Dengan
demikian, isu mi instan mengandung lilin tidak benar. Selain
memperhatikan kandungan gizi, Indomie juga memperhatikan tingkat
keamanan konsumsi. Indomie telah dinilai aman dan memenuhi persyaratan
yang dibutuhkan bagi keamanan pangan.
Indomie telah mengantongi
persetujuan Pendaftaran Produk Pangan (MD Nomor) dari Badan Pengawas
Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, produk ini juga telah mendapat
Sertifikat Produk Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-3551-2000 dari
Kepala Pusat Standardisasi Departemen Perindustrian (Kapustan).
Proses
pengolahan mi instan ini juga telah memperoleh sertifikat halal dari
Lembaga Penelitian Pemeriksaan dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LP
POM MUI). Indomie juga telah memiliki sertifikat ISO 9001:2000.
|