You are here >Home
Jalan-Jalan
Domestik
Yuk, ke Pekan Wisata Monas dan Jakarnaval
Jalan-Jalan
Domestik
Yuk, ke Pekan Wisata Monas dan Jakarnaval
Mon
15
Mar 2010
Yuk, ke Pekan Wisata Monas dan Jakarnaval |
| Ditulis oleh andri kurniawan | |||||||
| Jumat, 26 Juni 2009 | |||||||
UNTUK pertama kalinya Monas menggelar acara Pekan
Wisata Monas pada Sabtu (27/6) dan Minggu (28/6). Acara ini digelar
tentu juga terkait dalam rangkaian HUT ke-482 Jakarta sekaligus juga
dalam upaya memberi acara tambahan bagi pengunjung yang mengantre untuk
naik ke tugu Monas.
Jika biasanya loket untuk membeli tiket naik ke puncak Monas tutup
pada pukul 17.00 maka pada dua hari tersebut loket baru akan ditutup
pada pukul 19.00. "Kenapa kita tutup jam 7 malam karena itu saja
pengunjung nantinya baru akan habis jam 10 atau 11 malam," kata Ketua
UPT Monas IM Rini Hariyani.Acara di Monas tak lantas mengangkat budaya Betawai seutuhnya, pasalnya Monas tak hanya milik warga Jakarta tapi juga Indonesia sehingga atraksi kesenian yang ditampilkan pun akan berbau nusantara. Atraksi itu seperti kulintang, kesenian dari Sanggar Satrio Budoyo dari Yogyakarta yang terdiri atas dagelan, jogetan dengan musik tradisional akan mulai pukul 16.00 hingga sekitar pukul 19.00. "Itu tadi untuk hari Sabtu. Untuk hari Minggu kami tampilkan gamelan dan Gambang Kromong. Mereka akan tampil di pelataran Monas di dekat orang mengantre untuk naik ke puncak Monas," lanjut Rini. Acara ini baru uji coba sekali ini supaya warga bisa menikmati Jakarta di waktu malam dari puncak Monas. Selain itu atraksi air mancur menari juga diharapkan bisa menarik warga. "Kami akan lihat animo masyarakat, kami harapkan acara ini bisa jadi acara tahunan," tandas mantan Kepala UPT Museum Wayang ini. Selain Pekan Wisata Monas, di hari Minggu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI juga akan digelar acara tahunan Jakarnaval. Jalan Sudirman hingga Jalan MH Thamrin kembali menjadi pusat kegiatan ini mulai pukul 15.30 hingga pukul 18.00. Acara ini berbarengan dengan Hari Bebas Kendaraan Bermotor mulai pukul 06.00-14.00 namun khusus Minggu (28/6) akan diperpanjang hingga pukul 18.00. Arak-arakan terdiri antara lain atas komunitas sepeda ontel, Bike To Work, Vespa, dan mobil hias. Rute peserta karnaval adalah dari Jalan Medan Merdeka Selatan (depan Balaikota DKI) menuju Jalan MH Thamrin ke arah Bundaran HI. Untuk pejalan kaki finis di Jalan Imam Bonjol sementara kendaraan hias akan dilanjutkan ke Semanggi. Di depan Hotel Mandarin akan ada panggung Betawi yang menampilkan Komedi Betawi (Kombet). Kombet ini biasanya tampil di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ). Syaiful Amri, sutradara Kombet, menyatakan, dirinya akan berupaya agar warga bisa menikmati komedi yang ia tampilkan. "Ini tantangan buat saya bagaimana sebuah aksi panggung Kombet bisa dinikmati warga yang berseliweran di jalan. Bagaimana mereka bisa diam dan menikmati aksi panggung ini," tegas Syaiful yang baru saja menampilkan Kombet di Mal of Indonesia dengan lakon "Si Pitung" dalam rangka pekan budaya dan seni Walikotamadya Jakarta Utara.
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
UNTUK pertama kalinya Monas menggelar acara Pekan
Wisata Monas pada Sabtu (27/6) dan Minggu (28/6). Acara ini digelar
tentu juga terkait dalam rangkaian HUT ke-482 Jakarta sekaligus juga
dalam upaya memberi acara tambahan bagi pengunjung yang mengantre untuk
naik ke tugu Monas.
Jika biasanya loket untuk membeli tiket naik ke puncak Monas tutup
pada pukul 17.00 maka pada dua hari tersebut loket baru akan ditutup
pada pukul 19.00. "Kenapa kita tutup jam 7 malam karena itu saja
pengunjung nantinya baru akan habis jam 10 atau 11 malam," kata Ketua
UPT Monas IM Rini Hariyani.




