Armand Maulana Dapat Rezeki Lewat Michael Jackson |
| Ditulis oleh andri kurniawan | |||||||
| Jumat, 26 Juni 2009 | |||||||
Armand Maulana, vokalis band GIGI, pernah tertimpa rezeki karena
Michael Jackson, legenda musik dunia yang meninggal dunia pada Kamis
(25/6) siang waktu Los Angeles akibat gagal jantung di UCLA Medical
Center di kota itu.
Cerita Armand, kira-kira sembilan tahun lalu, ia bersama rekan-rekan GIGI-nya, manggung
di Brunei Darussalam. Ketika itu, GIGI main di sana dengan formasi
Armand, Dewa Budjana (gitar), Thomas Ramdhan (bas), dan Budhy Haryono
(drum). "Kami main dengan sound system yang pernah dipakai Michael untuk konser Dangerous World Tour-nya di Brunei," kata Armand kepada Kompas.com, ketika ditelepon pada Jumat (26/6). Lanjut Armand, dari informasi yang didapatnya ketika GIGI main di Brunei, pihak Istana Kesultanan Brunei telah membeli sound system yang dibawa oleh pihak Michael untuk digunakan dalam konser Dangerous World Tour-nya di Brunei. "Jadi, habis konser, Michael pulang dari Brunei ibaratnya tinggal bawa badan, karena sound system-nya dibeli Brunei," masih kata Armand. Itu rezeki Armand dan teman-teman GIGI-nya. Cerita Armand lagi, ia sendiri berkesempatan menonton konser Dangerous World Tour Michael menjelang Tahun Baru 1993. Ketika itu, sebagai penyanyi solo, Armand tampil di Brunei atas undangan pihak Istana Kesultanan Brunei. "Sehabis nyanyi, sehari sebelum tahun baru waktu itu, saya diajak oleh mereka untuk berlibur. Saya pikir berlibur ke mana, enggak tahunya ke Jurodong Park, nonton konser Dangerous World Tour Michael. Alhamdulillah, itu rezeki saya," sambungnya. Menurut Armand, Michael merupakan salah satu tonggak dalam sejarah musik dunia. "Dia betul-betul King of Pop. Sebesar apapun Madonna sampai Justin Timberlake, influence-nya dari dia," ujarnya. Bagi Armand, Michael patut digelari King of Pop karena ide cemerlangnya yang terwujud pada lagu, konser, klip video, hingga fashion-nya. Misalnya, untuk lagu-lagunya, ia melibatkan permainan dari gitaris-gitaris yang sedang berjaya ketika itu. Van Halen untuk lagu Beat It dan Slash untuk lagu Black or White. Dari Michael, Armand juga belajar untuk mencipta lagu. "Dia jago bikin lagu yang keras, tapi juga jago bikin lagu yang lembut. Pengaruhnya buat saya, bagaimana orang bisa bikin dua-duanya, yang kontradiktif," ujar Armand, yang memiliki album-album kompilasi Michael. "Ya, dengan cara mendengarkan semua musik, enggak mengkotak-kotakkan musik," tambahnya.
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Armand Maulana, vokalis band GIGI, pernah tertimpa rezeki karena
Michael Jackson, legenda musik dunia yang meninggal dunia pada Kamis
(25/6) siang waktu Los Angeles akibat gagal jantung di UCLA Medical
Center di kota itu.
Cerita Armand, kira-kira sembilan tahun lalu, ia bersama rekan-rekan GIGI-nya, manggung
di Brunei Darussalam. Ketika itu, GIGI main di sana dengan formasi
Armand, Dewa Budjana (gitar), Thomas Ramdhan (bas), dan Budhy Haryono
(drum). "Kami main dengan sound system yang pernah dipakai Michael untuk konser Dangerous World Tour-nya di Brunei," kata Armand kepada Kompas.com, ketika ditelepon pada Jumat (26/6).



