You are here >Home
Kuliner
Kuliner-Lokal
Kepiting Asap yang Bikin Nagih
Kuliner
Kuliner-Lokal
Kepiting Asap yang Bikin Nagih
Sat
13
Mar 2010
Kepiting Asap yang Bikin Nagih |
| Ditulis oleh andri kurniawan | |||||||
| Selasa, 30 Juni 2009 | |||||||
Puri Indah, Pesanggarahan, Jakbar, Minggu malam.
Tempat ini adalah jawaban dari rasa penasaran, yang tak terelakkan,
pada kabar tentang rasa kepiting (jumbo) asap yang dibalut daun pisang.
Rasa penasaran itu makin menjadi ketika sampai di TKP (tempat kejadian
perkara). Pasalnya, jumlah mobil yang parkir mengelilingi bangunan
restoran ini (jika dideretkan) bisa mencapai lebih dari 200 m
Membayangkan kepiting jumbo terbungkus daun pisang saja sudah satu
hal, belum lagi membayangkan rasa. Jadi tak peduli pengunjung padat,
sampai-sampai harus rela menunggu (waiting list), maju terus
pantang mundur. Sementara menunggu kursi kosong, pengunjung sudah bisa
pesan menu, jadi begitu ada meja kosong Anda tak perlu lagi melompong
kelamaan.Menu kepiting asap terbilang hal baru buat pemburu makanan di Jakarta. Proses memasak yang melalui tiga tahap tak lantas membuat pelanggan menunggu terlalu lama. Pemilik resto ini menjanjikan, dalam waktu sekitar 20 menit, bahkan kurang dari itu, pesanan segera bisa disantap. Kenyataannya memang demikian. Warta Kota tak perlu lama menunggu pesanan. Kepiting asap dengan 17 macam bumbu terbungkus dalam daun pisang akhirnya terhidang di depan mata. Begitu terbuka, aroma campuran antara 17 bumbu dan daun pisang makin bikin enggak tahan, ditambah lagi melihat kepiting yang berlumuran bumbu. Ketika sampai di lidah, tuntas sudah rasa penasaran atas rasa kepiting asap ini. Daging kepiting seberat 8 ons ini begitu empuk dengan bumbu yang meresap hingga ke cangkangnya. Persoalan belum kelar sebab pesanan tak cuma kepiting asap, tetapi juga keong macan dan tumis kangkung Lombok. Kangkungnya dibawa langsung dari Lombok. Dari penampakan saja sudah beda dengan kangkung Jakarta yang kurus. Saat dihidangkan, kangkung ini terlihat begitu hijau segar. Rasanya pun demikian. Empuk, dengan bumbu yang nakal bikin nafsu makan makin terpacu. Giliran keong macan, keong ini punya cangkang yang coraknya seperti macan, dimasak tauco dan lagi-lagi dengan daging yang empuk bergumul dengan bumbu yang berani. Menurut John B Indrajaya, pemilik Restoran Rasane sekaligus peracik bumbu, di restorannya, pengunjung paling banyak memesan kepiting asap dan kangkung Lombok. ”Memang orang yang datang ke sini carinya kepiting asap dan kangkung Lombok. Khusus kepiting asap, kita pakai 17 bumbu dan dimasak dalam tiga tahap,” ujarnya. Pertama, kepiting dibersihkan, setelah itu di-steam selama sekitar 10 menit untuk selanjutnya masuk penggorengan sekitar 15 detik dan terakhir ditumis dengan 17 bumbu asap sekitar tujuh menit. ”Selesai itu baru dibungkus dengan daun pisang dan dibakar selama sekitar 2 menit. Ini supaya aromanya keluar. Aroma campuran antara bumbu dan daun pisang,” John menjelaskan. Didampingi manajer restoran yang juga keponakannya, Fandi A Maulana, John melanjutkan, restonya ini memang mengkhususkan diri pada kepiting asap. ”Jangan lupa, kami juga spesialisasi big size,” tandasnya. Maksudnya, ukuran kepiting, udang, dan makanan laut di sini besar-besar. Resto yang buka pukul 11.00-23.00 (malam Minggu dan libur sampai tengah malam) ini memang menyediakan kepiting yang didatangkan dari Kalimantan dan Irian yang ukurannya bisa mencapai 3 kg/kepiting. Sayang, saat Warta Kota menjajal resto ini, kepiting super besarnya sudah ludes. ”Kangkung juga kami datangkan dari Lombok. Kalau keong macan kita ambil dari Serang. Pokoknya kami ini ingin menghidupkan makanan tradisional dari kekayaan laut kita,” kata Insinyur Sipil jebolan Unpar, Bandung, ini. Resto sejenis milik John juga ada di Taman Ratu di Jalan Ratu Kemuning A2-8D dan Taman Palem di Jalan Taman Palem Lestari blok A5-25 yang semuanya masih di kawasan Jakarta Barat. Pelanggannya tak hanya pesohor semacam Ferdy Hasan dan Ari Wibowo, tetapi juga juara dunia bulu tangkis sekelas Taufik Hidayat, Candra Wijaya, Icuk Sugiarto, dan Lim Swie King, bahkan juga Datuk asal Malaysia. WARTA KOTA Pradaningrum Mijarto
Only registered users can write comments!
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Puri Indah, Pesanggarahan, Jakbar, Minggu malam.
Tempat ini adalah jawaban dari rasa penasaran, yang tak terelakkan,
pada kabar tentang rasa kepiting (jumbo) asap yang dibalut daun pisang.
Rasa penasaran itu makin menjadi ketika sampai di TKP (tempat kejadian
perkara). Pasalnya, jumlah mobil yang parkir mengelilingi bangunan
restoran ini (jika dideretkan) bisa mencapai lebih dari 200 m
Membayangkan kepiting jumbo terbungkus daun pisang saja sudah satu
hal, belum lagi membayangkan rasa. Jadi tak peduli pengunjung padat,
sampai-sampai harus rela menunggu (waiting list), maju terus
pantang mundur. Sementara menunggu kursi kosong, pengunjung sudah bisa
pesan menu, jadi begitu ada meja kosong Anda tak perlu lagi melompong
kelamaan.




