You are here >Home arrow Kuliner arrow Kuliner-Lokal arrow Rasa Bandung dari Masa Lalu (2)
Wed 08 Sep 2010

Rasa Bandung dari Masa Lalu (2)

Ditulis oleh andri kurniawan   
Selasa, 30 Juni 2009
ImageTerik sore di Bandung bisa dijinakkan sedikit di Jalan Tamblong. Di jalan yang dekat dengan jalanan bersejarah kota ini, Jalan Asia Afrika, ini ada toko es krim dengan cita rasa Eropa, dari sekitar tahun 1930-an hingga 1940-an. Namanya Rasa Ice Cream & Bakery. Begitu masuk ke dalam toko es krim dan kue, karyawati di toko ini menunjukkan nama coconut royale, es kopyor spesial, dan tutti frutti sebagai es krim yang paling kuno dan yang dijagokan oleh toko ini. Jadilah tiga jenis es krim itu yang terpilih.

Tak lama datanglah pesanan itu. Sepotong kelapa muda (sesuai nama coconut royale) yang berisi tiga skop es krim stroberi, pisang, dan moka. Sementara es kopyor spesial berisi stroop alias sirup dengan kopyor dan es krim vanilla. Lantas tutti frutti adalah es krim kuno tiga warna.

Begitu es di dalam setengah batok kelapa muda itu masuk mulut langsung nnyyyeesssss... mengusir rasa panas yang sekarang sudah menguasai Bandung.  Perkara cita rasa es krim ini, sudah bisa ditebak. Kalau di Jakarta, es krim ini bisa dibilang seusia dan setipe dengan es krim Ragusa di Jalan Veteran, Jakarta Pusat. Es krim ini dari tahun 1930-an ini diracik dua pria Italia.
Image    Di toko es krim yang di masa lampau bernama Hazes ini, es krim yang ditawarkan terasa lembut dan tak membuat enek. Rasanya ringan, sehingga melahap tiga skup es krim pun tak bikin kekenyangan.

Sekadar mengingatkan, toko es krim Baltic di bilangan Senen, Jakarta Pusat, pernah juga membuka cabang di Bandung. Sayang, kemudian tak bertahan di sekitar tahun 1970-an. Untung masih tersisa di Jalan Kramat itu. Di Bandung, toko es krim Baltic itu lantas berubah menjadi toko kue yang juga legendaris, Canary.
Comments
Search RSS
Only registered users can write comments!

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >