Biasanya kalau udah
sampai di Eropa, orang nggak mau rugi cuma menetap di satu negara,
pasti jalan-jalan ke negara lain juga, karena negara-negara/kota-kota
yang terkenal di atlas itu berdekatan.
Kalau aku dulu stationnya di
Amsterdam (karena biaya hidup lebih murah dari negara Eropa
lainnya), kami nginap di hotel kecil bintang satu atau dua (kalo tidak
salah ingat, nama jalannya Frank de mierre Str.). Yang punya WNI
keturunan asal Surabaya. Karena sebelumnya sudah tau akan menginap di
hotel rumahan, jadi udah siap-siap bawa rendang,sambal teri kacang,
abon, dll. Di Schipol tidak terlalu ketat urusan makanan ini, bawaan
kita nggak ada yang diobrak-abrik, mungkin mereka ngerti orang
Indonesia kalo datang ke sana sering bawa. Beras/nasi ada jual disana,
tapi agak mahalan itu udah pasti. Kalau buat aku, soal menu nggak ada
masalah sih (makanya rendang/teri kacang bawaan nggak kusentuh sama
sekali), berhubung setiap jamuan/ke restaurant, penyelenggara acaranya
udah tau kita mayoritas muslim, jadi makanannya nggak ada pork. Yang
jelas, kalo di Holland kayaknya nggak begitu susah nemuin makanan
Indonesia. Di hotel itu, kita malah dimasakin masakan Indonesia terus
sama si ibu yg punya hotel, jadi tidak terasa di luar negeri jadinya.
Aku ingat si ibu itu senang sekali waktu aku kasih sebagian rendang
masakan mamaku yg bener-bener authentic, sudah berpuluh-puluh tahun
tidak merasakan rendang sepertt itu katanya. Masak disitu bisa, tapi
katanya rasanya tidak original lagi, soalnya mulai dari bumbu, santan
dan pernak perniknya udah nggak asli lagi.
Berhubung tujuan
perjalanan banyak, barang bawaan kami titip di hotel dulu, supaya
praktis karena pulangnya kan melalui Schipol lagi, jadi daripada
barang-barang seabrek-abrek digotong kesana kemari, lebih baik di
titipin disitu dulu. (Mungkin karena sama-sama orang Indonesia yang
punya hotel nggak keberatan dititipin barang, tambahan lagi kami waktu
itu deket sama karyawan-karyawan yang umumnya mahasiswa Indonesia di
sana. Malah mereka mau diminta jadi guide kalau sedang bebas. Jadi kalo
kita pergi ke tujuan yang dekat seperti ke Den Haag, Volendam, Delft,
Keukenhof, Cheveningen, Leiden, Rotterdam, Paris, dll cukup pulang
hari, malamnya kembali ke hotel lagi. Tapi kalau agak jauhan dan banyak
yang mau dikunjungi seperti ke Jerman, Belgia, Inggris, Itali, dll,
baru nginap di tempat tujuan. Untuk transportasi di Amsterdam, umumnya
kita jalan naik tram, feenya sekarang aku nggak tau lagi soalnya dulu
masih pake gulden. Yang penting jangan malu-malu bertanya. Seringnya
malah ketemu sama orang Indonesia di sana, jadi kalau mau nanya-nanya
jadi gampang dan seabrek-abrek.
Tempat-tempat yang pernah aku kunjungi dan recommended untuk dikunjungi adalah :
- Amsterdam dan sekitarnya :
* Kalverstraat (buat yg suka shopping)
* Centrum (tempat ngeceng)
* Windmill & Cheese farm-nya, Tulip farm
* Flea market di Jordaan area, tapi aku nggak ingat nama tempatnya
(seingatku banyak juga dijual barang second disini terutama baju-baju)
* Ams' canal tour
* Madurodam (miniature city)
* Keukenhoff (taman bunga)
* Delft (pabrik keramik/porselen Delft Blue, dulu banyak mahasiswa Indonesia yang kuliah di Delft University di sini)
*
Volendam (foto pakai baju tradisional Belanda dan jangan lupa lihat
handycraftnya, buat ibu-ibu aku recomend beli gordijn renda disini,
bagus sekali)
* Scheveningen (daerah pantai aku beli bunga handmade disini karena bagus-bagus)
* Denhaag (singgah ke KBRI, kalo bisa pas Agustusan aja berangkatnya supaya bisa singgah disini dijamin rame)
* Leiden (terkenal dengan universitas dan museum bersejarahnya)
* Rotterdam (kotanya paling modern dari antara yang disebut di atas).
Di
Jerman, banyak juga tempat yang aku kunjungi, cuma kenangannya nggak
begitu kuat nempel di otak soalnya nggak begitu lama di sini (paling
cuma 10 harian, itupun dibagi-bagi ke banyak kota). Seingetku aku cuma
ke Frankfurt ,Hamburg, Munchen Gladbach, Munich, Dusseldorf dan
beberapa kota kecil lainnya. Oya, di Dusseldorf ada tempat yang jual
tas Aigner reject, murah-murah banget harganya, sekitar 10-25% harga
jual yang bagus padahal rusaknya nggak keliatan. Selain tas/sepatu/tali
pinggang aku gak belanja banyak di sini Esprit murah- murah banget
disini. Kenangan yang paling berkesan ialah dapat batunya tembok
Berlin, yang dikasih sama keluarga tempatku home stay di sana. Pernah
juga kita stay di sport centre yang komplit fasilitasnya serasa gak mau
pulang jadinya.
Di Perancis, aku cuma ke Paris sama satu daerah
lebih tepatnya di pedesaan bagus sekali viewnya. Selain itu cuma
melihat Eiffel, Arch de Triumph, museum, jalan-jalan ke taman, makan di
cafe. Hati-hati kalo di Eiffel ditawarin foto lucu dengan backgroud
Eiffel, kalo gak salah di level keduanya, soalnya aku pernah ditipu di
situ, mahal banget untuk sekali foto saja. Kalo memang mau foto tawar
dari mula dulu. Di Belgia, kalo ke Brussel jangan lupa ke Atomium,
manneke piss, dan jangan lupa beli coklat yang bitter di sini
murah-murah banget. Selain ke Brussels, aku pernah stay beberapa hari
di Gent, Leuven, beberapa aku lupa nama tempatnya, tapi memang asyik
banget daerahnya. Yang penting kalo kemana-mana jangan segan pada bawa
map & tourist guide book, seingetku hampir di setiap kantor pos,
menyediakan secara gratis. Terus jangan lupa buat diary khusus
perjalanan, soalnya rugi kalo laporannya nggak lengkap. Tambahan lagi
mungkin perlu bawa camilan agak banyak juga karena nantinyakan
berkurang juga, soalnya karena dingin aku bawaannya mau makan terus,
kalo beli di sana beda banget harganya sama camilan di sini.
Kalo berangkatnya bulan September berarti hampir musim dingin jadi jangan lupa
-
sedia cream & lip balm, karena udara dingin bisa membuat kulit
jadi kering dan bibir pecah-pecah. Aku juga borong Sebamed di Jerman
murah banget, dulu belum ngetop di sini. Tapi biar musim dingin, aku
nggak melewatkan ice cream yang yahud banget rasanya.
- Ngga usah
bawa baju banyak-banyak, yang penting bawa satu baju hangat yang
representatif cocok utk acara apa aja, scarf/pashmina, sama baju yang
bisa menahan dingin, misalnya model turtle neck, model sweater tipis
berbulu. Aku cuma bawa 2 jeans, 1 pantalon, 8 atasan, 2 baju hangat, 3
set baju untuk acara dinner tapi under wearku bisa lebih dari selusin
pasang. Selama sebulan lebih aku cuma nyuci underwear saja sedangkan
yang lainnya nggak soalnya karena nggak keringetan bajuku pada awet.
- Bawa boots yang nyaman juga recomended, biar kaki nggak kediginan.
-
Jangan lupa bawa kamera lebih dari satu soalnya punyaku rusak selama
disana karena dingin akibat perubahan cuacanya drastis banget.
- Di
Indonesia panas sampai di sana pas habis musim semi tapi tetap aja
suhunya sampe -3C gitu, jadi kameranya mogok dan ngga bisa dibenerin
disana. Aku kehilangan banyak moment-moment indah untuk difoto.
Mudah-mudahan yang digital nggak masalah. (IM)
- Tips and tips :
1. Hotel, jika ingin memasak sendiri cari hotel yang ada dapur kecil-nya (tipe hotel-apartment)
2.
Dari beberapa website dibawah ini baca dengan seksama system public
transportasi-nya. Memang disana sistem public transportasinya nggak
beda jauh dengan singapore kecuali yang di German agak sedikit berbeda.
3.
Di beberapa website diatas ada peta elektronik, jadi kalau tahu alamat
tujuan tinggal dimasukkan saja datanya lantas diprint supaya sampai
sana sudah ada panduannya, yang paling bagus peta elaktronik jerman
karena informatif
4. Sebaiknya jangan pergi kesana akhir september
karena agak susah mengatur bajunya. Kalau pakai baju biasa gampang
kedinginan tapi kalau pakai jaket tebal repot bawanya, karena
kadang-kadang bisa panas juga.
Ini ada beberapa situs yg mungkin berguna:
- system transportasi di Munich
http://www.mvv-muenchen.de/en/mvv-info-service/index.html
- peta elektronik german
http://www.stadtplandienst.de/home.asp?lang=en
- munich airport
http://www.munich-airport.de/EN/index.html
- jaringan hotel murah (bermanfaat kalau jln2 pakai mobil & ada
driver)
http://www.etaphotel.com/etaphotel/gb/cartographie/index.shtml
- Stuttgart city information
http://www.stuttgart-tourist.de/english/index.html
- heidelberg city information
http://www.visit-heidelberg.com/
- barcelona city information
http://www.bcn.es/english/laciutat/barcelona/
- paris city information, see visiting paris
http://www.paris.fr/en/
- salzburg city information
http://www.salzburg.com/tourismus_e/694.htm
- bandara schiphol, asyik juga buat cuci mata. Klik di bagian
airport information
http://www.schiphol.nl/
- antwerpen city information, boleh jg kota ini
dikunjungi kalau sempet selain Bruxels
http://www.visitantwerpen.be/
(DA)
-
Pendaratan biasanya di frankfurt, kebetulan saya sendiri bersama
keluarga tinggal di frankfurt dan dekat down town nya persis di tepi
ungai Main dan sangat dekat sekali ke pusat perbelanjaan dan wisata
frankfurt ( bisa jalan kaki ke flea market) barangnya lumayan menarik
untuk di lihat , biasanya turis pasti jalan-jalan ke sini, tamu juga
pada senang kesini. Dari tempatku ke belanda ( Amsterdam 4,5 jam ),
dari rumahku juga ke paris (5 jam ) driving , kalau pakai kereta
tergantung keretanya (express atau biasa). Kalo memang mau keliling
eropa mendingan ambil eurorail ticket yang bisa keliling eropa dengan
kereta tercepat. Biasanya teman-temanku selalu ambil jalan malam dan
tidur di kereta lalu siangnya jalan-jalan ke negara yang dituju. Harga
ticketnya biasanya kalo ngga salah sekitar 500an euro perorang berlaku
selama 1 bulan .
Apartemenku tersebut kebetulan 1 kamar kosong dan
bisa di isi dengan 2 atau 3 orang. Kamar mandi kita ada 2, 1 untuk bath
tub dan 1 untuk shower. Kalo memang berminat di frankfurt bisa menginap
di rumahku dengan tarif untuk 2 orang 40 euro tetapi kalo 2 orang 50
euro. Biasanya kalo pas musim pameran juga kita sewakan untuk orang
indonesia yang mengikuti pameran disini tetapi harganya bisa 2 kali
lipat. Harga ini termasuk breakfast. Kalau untuk wisata wilayah sekitar
frankfurt, dengan menginap di apartemenku sudah tidak membutuhkan
kereta dalam kota lagi (tetapi hanya di sekitar wilayah tengah
frankfurt ) jadi cukup dengan berjalan kaki . (AH)
- Kalau mau
mampir dan nginap di rumahku boleh asalkan tanggalnya masih awal atau
pertengahan September, karena setelah itu aku mau mudik ke Indonesia.
Rumahku di Toulouse,Perancis Selatan sudah dekat ke Spanyol dan juga
dekat ke Andora (Andora itu negara kecil banget di puncak Peg.
Pyrenées). Yang mungkin mau ke Lourdes, dari rumahku dekat (1.5 jam
bermobil nanti aku antar). Di Toulouse itu pusat industri pesawat
airbus, bisa kunjungan ke sana melihat pembuatan airbus A380(pesawat
komersial terbesar menampung 550 penumpang yang baru akan diluncurkan
tahun depan), bisa lihat juga pesawat concorde. Masih banyak tempat
lain yang bisa dikunjungi. (JL)
- Soal cuaca sudah dibahas
diposting sebelumnya. Aku mau sharing pengalaman orangtuaku. Kalau bawa
setrikaan, kompor atau hairdryer untuk travel atau barang elektronik
lainnya harus hati-hati karena di Eropa steckernya berbeda. Aku lupa
dulu ibuku ke negara mana tapi yang pasti barang elektronik bawaannya
nggak bisa dipakai karena "colokan" nya berbeda harus ada adapternya
lagi. Dihotel boleh saja masak (ini kata aku yang sering masak-masak
dihotel) tapi harus hati-hati benar jangan sampai asap makanan terkena
sensor kebakaran.Pengalaman pernah ada ada rombongan dari Pemda yang
nginap dihotel,terus masak nasi tapi rupanya rice cookernya ditaruh
diatas meja rias tepat dibawah sensor asapnya kebetulan rice cookernya
besar lagi langsung bunyi sensornya karena dikira ada kebakaran.
Soal
bawa abon, tergantung datangnya pertama kali ke bandara mana? Kalo
German suka on and off, kadang diperiksa kadang enggak seringnya
pemeriksaannya random. Tapi biasanya anjing pelacak sering
dengus-dengusin tas-tas dan koper-koper. Pernah temanku diperiksa
karena bawa terasi dan si terasi itu kecium sama anjing
pelacaknya.Pengalamanku alhamdulilah lolos aja bawa abon rendang paru
dan kawan-kawannya.
Apartement biasanya sewanya mingguan, aku
belum tahu kalau ada yang bisa sewa harian. Kalau di Frankfurt mau
jalan-jalan pake transportasi umum (bis/kereta) selama masih di area
frankfurtnya lebih murah pake tiket buat group (maksimum 5 orang). Beli
yang seharian, kalo mau lama bisa beli yang langsung seminggu jadi
lebih murah daripada ngeteng.
Kalo soal makan, banyak juga
macamnya selain McD Burger King, bisa beli Kebab atau aneka jenis Ikan
di Nordsee. Harganya lumayan terjangkau. (SH)
- September bukan
waktu yang tepat untuk berkunjung ke Eropa. Udara masih ngga jelas,
kebanyakan berangin, bisa dingin banget bisa juga nggak, jadi kadang
bingung bawa bajunya. Yang paling ok kalau menurutaku tetap April-Mei
karena pada saat itu Eropa lagi bagus- bagusnya (spring time). Yang
jelas kalau ke Belanda tulip cuma ada pada bulan ini dan taman bunga
Keukenhof juga cuma buka pada bulan April-Mei. Dengan berlakunya Euro
rata-rata harga di Eropa jadi sama. Dulu sebelum ada Euro waktu aku
sekolah di Belanda (th 95), dari sisi
living cost Belanda jauh
lebih murah dibanding negara Eropa lainnya seperti Perancis, Jerman,
apalagi Inggris dan Swiss (ini yang paling edan!). Tapi tahun lalu aku
jalan-jalan ke Belanda dan Italy, aku kaget karena sekarang jadi mahal
karena perbedaan nilai currency. Negara-negara yang dulunya murah harus
menyesuaikan diri dan jatuhnya jadi mahal juga.
Untuk
tranpsortasi aku termasuk orang yang kalau keluar negeri paling senang
pakai tranpsortasi massal seperti bis, tram atau subway karena murah,
gampang (asal mau baca petunjuk, tapi bisanya orang Indonesia paling
malas baca peta dan petunjuk langsung aja panggil taksi) dan
betul-betul bisa menyatu dengan kehidupan lokal. Kalau di Paris dan
London, Aku recommend naik Metro (di Paris) atau tube (di London), yang
penting bawa peta. Tiketnya murah dan hampir setiap tourist object
terkenal ada station Metronya. Kalau di Belanda aku recommend naik tram
atau bis, beli aja yang namanya 'strippenkart" yg ada hampir di setiap
'warung' atau kios. Strippenkart bisa dipake untuk bis dan juga tram.
Setauku,
kalau masuk lewat Belanda hampir tidak pernah diperiksa. Dulu aku
sampai bawa rendang paru, ayam goreng Bulungan, aman-aman
aja tuh.
Kalau Jerman kalau nggak salah diperiksa. Yang agak rese' Inggris dan
Perancis. Kalau tourist objects, bisa panjang ceritanya. Aku nggak
suka ikut tour tapi bener explore sendiri. Yg jelas flea market harus!.
Kalau di Belanda, flea market yang terkenal di Waterlooplein, dekat
central station. Di Perancis lebih banyak lagi nggak inget aku.
Puas-puasin ke museum deh. Kalau di Perancis sempatkan ke Versailles,
sedikit di luar kota Paris (ada kereta langsung dari Paris). Sampai
sekarangpun belum semua museum di Paris aku masukin karena banyak
banget dan semuanya bagus. Yang pasti di Paris harus ke Louvre (ini aja
2 hari nggak selesai), Napoleon tomb, kalau di Amsterdam Rijk Museum,
Van Gogh Museum. Nggak usah ke Madam Tuseaud (di London ada, di
Amsterdam ada juga), menurut aku itu museum yang garing banget. Kalau
di London, museumnya nggak seheboh di Paris, tapi yang juga harus
dikunjungi adalah pertunjukkan terkenal seperti di Broadway, seperti
"Miss Saigon", "Phantom of the Opera", " The Cats", "Le Miserable",
dll. Show-show tsb hampir setiap hari ada dan anehnya selalu penuh,
jadi harus pesen tiket dulu.
Memang betul kalau di Belanda dan
Italy harus ekstra hati-hati. Kalau di Amsterdam terutama hati-hati
kalau naik trem, banyak copetnya, kalau di Italy suka ada seperti kaum'
gypsi' yang suka keliaran di sekitar tourist objects, hati-hati aja!
Yang lucu kalau di Volendam di Belanda, itu tempat yang pasti
dikunjungi orang Indonesia kalau ke Belanda untuk berfoto pakai baju
traditional belanda, ada studio foto yang sering banget dikunjungi
orang Indonesia. Disitu tertulis dalam bahasa indonesia "hati-hati awas
copet!".Kalau mau ke Volendam aku masih ingat nomor bisnya, karena dulu
saking seringnya aku jadi tour guide amatiran nganter orang indonesia
kalau mau foto-fotoan, nomornya 110 di depan hotel Grand Tulip dekat
central station. Kalau ke Volendam jangan lupa makan ikan Haring dan
sea food lainnya. Veel plezier!! (IN)
- Kalau bisa enakan ke
Eropa antara Mei-Agustus, udaranya enak. Nggak terlalu beda jauh dari
Indonesia, walaupun lebih kering disini. Selain itu nggak perlu
berat-berat bawa jaket tebal. Cukup bawa baju tipis dan topi, karena
kalau summer disini panas dan silau. Kalau September udah agak dingin
dan berangin. Biasanya mulai banyak ujan juga. Tapi masih lumayan enak
dibanding kalau udah winter beneran.
Rata-rata harga McD tiap
negara sama, paling beda sedikit tergantung sama pajak masing-masimg
negaranya. Rata-rata 1 menu itu sekitar 3-5 Euro (Di Jerman). Tapi
hati-hati buat yang muslim, karena mayoritas makanan di Jerman ada
kandungan daging babi, termasuk juga makanan fastfood gitu. Alternatif
jajanan di sini selain fastfood amrik gitu aku suka beli kebab turki,
harganya sekitar 3-4 euro sebutir.
Apakah listrik disana sama
dgn di Indonesia? Kalo iya kan kita bisa bawa kompor kecil untuk masak
supaya irit (bawa abon ngga dilarang?) Sama, kecuali di Inggris beda
colokan. Sebenarnya dilarang bawa daging dari Asia, tapi nggak ditanya
jadi cuek aja.
Atau mungkin ada info apartment yg bisa disewakan
harian. Ada, tapi untuk ini butuh local info tergantung di kota mana.
Kalau nggak salah, di London ada wisma Indonesia punya KBRI yang bisa
disewain dengan harga lebih murah daripada harga hotel/apartment
disana. Tapi info detailnya mesti cari ke orang KBRI di sana. Di
Jerman aku nggak tau, tapi kalau rombongannya banyak, mendingan cari
info ke orang KBRI setempat, mungkin ada yang punya kenalan orang dalam
jadi lebih gede kansnya.
Bagaimana dengan transportasi umum
(termasuk gambaran feenya).Transportasi dalam kota tergantung kotanya,
tapi ada option untuk harian, mingguan, ulanan, dan ada juga untuk
keluarga atau rombongan. Di London juga sama begitu.
Apa aja
yang ngga boleh ketinggalan untuk dikunjungi (info flea marketnya
boleh). Soalnya terbatas waktunya disambi dengan "kerja" jadi untuk
ikut tour kayanya ngga mungkin, harus kita yang atur-atur sendiri
jadwalnya. Flea market biasanya acara rutin di tiap kota di jerman,
cuma beda besar-kecilnya aja. Ada kota tertentu yang katanya bagus flea
marketnya. Tapi aku sendiri belum pernah datangin. Kalau akhir
September-awal Oktober di Munich ada Oktober fest, kalau kebetulan
datangnya kesana pas tanggal segitu, bagus tuh. Rame bener tapi aku
udah beberapa tahun ini absen . (MI)
- Kalo mau ke Eropa, di
bulan September adalah musim perubahan dari musim panas ke musim gugur
biasanya anginnya agak kencang. Idealnya pas musim semi ke musim panas
(Mei, Juni,July).
Listrik, bisalah bawa alat masak kecil itu ke hotel, bawa abon nggak dilarang.
Kalau ke Paris disekitar Menara Eiffel hati-hati banyak copet.
Kalau ke Belanda hati-hati banyak copet juga.
Kalo ke Itali terus belanja harus pintar-pintar nawar.
Kalo
ke Eropanya rame mendingan sewa appartment aja dan biasanya di
appartment itu sudah termasuk dengan alat-alat dapur dan mesin cuci
segala. Cuma kalo appartment biasanya minimal untuk satu minggu, tapi
ada juga yang boleh untuk 3 hari.
Untuk alat transportasi
macam-macam tergantung negaranya:Kalo Jerman, publik transportasinya
enak, bisa beli tiket mingguan atau harian. Kalo Perancis lumayan, kalo
Belanda agak-agak harus hati-hati. (NI)
Sumber: Disini
|